Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Prancis Ogah Kirim Pasukan ke Afghan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan tidak akan mengirim tentara lagi ke Afghanistan dan justru ingin melihat militer Afghanistan semakin diperbesar.

Sarkozy menegaskan pada harian Le Figaro bahwa dia tetap akan melekatkan diri pada janji lama untuk tidak mengirim lagi pasukan.

“Apakah penting untuk tetap tinggal di Afghanistan? Saya katakan ya. Untuk tinggal dan untuk menang. Jika kita pergi, Pakistan, satu kekuatan nuklir, akan terancam. Tapi Prancis tidak akan mengirim lagi satu tentara pun,” kata Sarkozy.

“Keyakinan saya adalah bahwa harus ada lebih banyak lagi tentara Afghanistan. Mereka akan menjadi yang terbaik untuk memenangkan perang ini, karena itu negara mereka,” katanya seraya menambahkan bahwa gaji yang lebih baik dibutuhkan untuk mencegah pembelotan ke Taliban.
Sebelum ini, Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim sebanyak 40.000 tentara tambahan ke Afghanistan dan mendesak sekutu NATO-nya untuk menambah pasukannya guna menghadapi pejuang Taliban yang hingga hari ini masih tetap tak mampu dikalahkan.
Belum lama ini, peristiwa menegangkan dua kubu di Kongres AS itu berlangsung selama sekitar 90 menit di Gedung Putih. Namun Presiden Barack Obama tidak memaparkan suatu strategi mapan bagi Afghanistan.  Senator Partai Republik John McCain dalam Sidang Kongres mendesak pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan. Sedangkan Demokrat menentangnya.

Inggris juga mengumumkan pekan ini bahwa negara itu siap untuk mengirim 500 tentara lagi. Lebih dari 40 negara telah mengirim pasukan untuk perang di bawah bendera NATO itu, di mana Inggris, Jerman, Prancis, Italia dan Polandia sebagai para penyumbang terbesar Eropa, dengan menyediakan 21.000 tentara bersama-sama. Namun belakangan ini beberapa Negara di bawah NATO sudah saling bersitegang soal pengiriman pasukan.

Prancis sendiri memiliki 3.000 tentara di negara itu. Jumlah tentara AS telah ditingkatkan dengan ribuan tentara dan diperkirakan akan meningkat menjadi 68.000 tentara yang diproyeksikan pada akhir tahun ini. [cha, berbagai sumber/www.hidayatuallah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Lewinsky Merasa Dijadikan Kambing Hitam untuk Melindungi Bill Clinton

Lewinsky Merasa Dijadikan Kambing Hitam untuk Melindungi Bill Clinton

Bush Dan Arroyo Sepakat Perangi Kelompok Islam

Bush Dan Arroyo Sepakat Perangi Kelompok Islam

Manfaatkan Tunawisma, Pria dan Wanita Amerika Ini Gelapkan Sumbangan Online

Manfaatkan Tunawisma, Pria dan Wanita Amerika Ini Gelapkan Sumbangan Online

AS dan Saudi, 2 Negara yang Bersahabat

AS dan Saudi, 2 Negara yang Bersahabat

Hati-hati, Sumpah Serapah Bisa Didenda di Australia

Hati-hati, Sumpah Serapah Bisa Didenda di Australia

Baca Juga

Berita Lainnya