Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Polisi Prancis Tangkap Ilmuwan Nuklir Asal Aljazair

Bagikan:

Hidayatullah.com–Baru-baru ini, satuan keamanan Prancis menangkap seorang pakar dan ilmuwan nuklir asal Aljazair yang bekerja di Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir dengan tuduhan keterlibatannya dengan organisasi Al-Qaeda.

Situs BBC edisi bahasa Arab (9/10) melansir, ilmuwan yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap bersama adik kandungnya di sebuah rumah kediaman di bilangan kota Fien, Prancis.

Pihak kepolisian Prancis mengatakan, keduanya dicurigai memiliki komunikasi yang intens dengan orang-orang yang tercatat dalam daftar pencarian orang Prancis dan yang diduga terlibat dengan jaringan Al-Qaida di wilayah Afrika Utara.

“Keduanya juga tengah merencanakan penyerangan di Prancis,” lansir BBC.

Di pihak lain, Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir berusaha membela ilmuwan yang bekerja di tempatnya itu. Pihak organisasi membantah sang ilmuwan terkait dengan jaringan teroris, seraya menerangkan jika yang bersangkutan memang bekerja di bidang luar negeri organisasi tersebut.

Pihak kepolisian Prancis juga menyita beberapa harta pribadi milik sang ilmuwan, semisal komputer serta beberapa rencana kerja dan rancangan proyek yang didapatkan di rumahnya. [at/bbcarabic/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Menteri Pendidikan Maszlee Dipaksa PM Mahathir Mundur karena Tidak Ikut Perintah Kabinet

Menteri Pendidikan Maszlee Dipaksa PM Mahathir Mundur karena Tidak Ikut Perintah Kabinet

Pasukan Amerika di Afghanistan Diberi Kekebalan Hukum

Pasukan Amerika di Afghanistan Diberi Kekebalan Hukum

Rampas Senjata Pasukan Zionis dengan “Cabe”

Rampas Senjata Pasukan Zionis dengan “Cabe”

Seperti 2 Koleganya, Menteri LH Inggris Juga Pernah Pakai Narkoba

Seperti 2 Koleganya, Menteri LH Inggris Juga Pernah Pakai Narkoba

Tony Abbott Usul “Reformasi Islam”, Pendapatnya Dianggap Sama dengan Donald Trump

Tony Abbott Usul “Reformasi Islam”, Pendapatnya Dianggap Sama dengan Donald Trump

Baca Juga

Berita Lainnya