Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Melecehkan Al-Quran, Sebuah Buku Jerman Batal Terbit

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah penerbitan Jerman mengatakan, mereka telah menggagalkan rencana untuk menerbitkan sebuah buku karangan Garielle Brinkmann, yang seharusnya terbit pada September 2009 dengan nama samaran penulis WW Domsky, yang bercerita tentang pembunuhan “kehormatan” yang misterius. Beberapa kalimat di dalamnya khawatir menghina Islam dan mendorong aksi pembalasan dari Muslim. Demikian tulis Der Spiegel Sabtu (3/10).

Penerbit Droste terpaksa harus membatalkan penerbitan buku karangan Garielle Brinkmann yang berjudul “Wem Ehre gebührt“, yang bercerita tentang pentingnya kehormatan sehingga perlu membunuh,  setelah ia menolak mengubah beberapa kalimat di dalamnya, termasuk kalimat yang berisi kata-kata menghina Al-Quran.

“Setelah kasus kartun Nabi Muhammad, orang menjadi tahu bahwa ia tidak bisa mempublikasikan gambar yang mencemarkan Islam tanpa mendapatkan resiko,” kata Feilx Droste, kepala penerbitan.

“Buku itu sebelumnya sudah diperiksa oleh seorang pakar, pada beberapa bagian yang mungkin bisa ‘berakibat (membahayakan) keselamatan staf dan keluarga saya’,” demikian kata Droste, sebagaimana dikutip Der Spiegel.

Pada tahun 2006, kerusuhan terjadi di beberapa negara, setelah kartun  Nabi Muhammad yang dimuat di sebuah harian Denmark Jylan Posten menyulut kemarahan warga Muslim.

Keputusan pihak penerbit itu  mendapat kritikan dari beberapa pihak, yang mengatakan bahwa mereka tunduk pada intimidasi dari umat Islam dan membatasi kebebasan berbicara. Perusahaan itu juga telah menerima semacam ancaman dari kelompok-kelompok berhaluan kanan yang ditujukan kepada para pegawainya, karena dianggap menjadi “teman orang Islam.”

Surat-surat kabar Jerman menulis “Sensor mandiri oleh pihak penerbit” atau “Takut serangan dari umat Islam” sebagai kepala beritanya.

Sebelumnya di Jerman, gedung opera Berlin pernah menunda pementasan karya Mozart yang berjudul “Idomeneo”, yang menggambarkan kepala Nabi Muhammad dipenggal.

Penulis buku kontroversial itu tentu marah karena bukunya tidak jadi diterbitkan. “Apa semua ini, memangnya di mana kita? Kita ini berada di sebuah negara yang bebas,” kata Brikmann kepada media.

Namun, pihak penerbit Droste punya  pertimbangan lain. Mereka  punya pengalaman panjang menerbitkan buku-buku kontroversial dan juga sudah berencana menerbitkan buku berkisah misteri pembunuhan lainnya, yang topiknya juga tentang pembunuhan terkait kehormatan. Tapi, mereka tidak akan menerbitkan buku yang menghina kepercayan orang lain, apakah itu Islam, Kristen, atau agama lainnya.

“Kami tidak ingin menyinggung kelompok-kelompok agama,” kata jurubicara pihak Droste, Nora Tichy. [di/sp/rtr/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Lebih Satu Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahun

Lebih Satu Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahun

Keuskupan Katolik di Spanyol Diperiksa Terkait Kursus Penyembuhan Gay

Keuskupan Katolik di Spanyol Diperiksa Terkait Kursus Penyembuhan Gay

Saudi Denda Dokter PNS yang Nyambi di RS dan Klinik Swasta

Saudi Denda Dokter PNS yang Nyambi di RS dan Klinik Swasta

Polisi Tangkap Geng Penipu yang Menyamar Sebagai Presiden Kenya

Polisi Tangkap Geng Penipu yang Menyamar Sebagai Presiden Kenya

Da’i Salafy Mesir Dinyatakan Bebas dari Dakwaan Menghina Polisi

Da’i Salafy Mesir Dinyatakan Bebas dari Dakwaan Menghina Polisi

Baca Juga

Berita Lainnya