Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

8 Tentara AS Tewas di Afghanistan dalam Sehari

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pasukan Amerika Serikat (AS) mengalami satu dari hari paling berdarah mereka dalam delapan tahun perang di Afghanistan dengan delapan tentaranya tewas ketika markas terdepan terpencil mereka diserbu ratusan pejuang Taliban, kata pejabat pada Minggu.

Serangan fajar pada Sabtu itu dilakukan pejuang dengan turun menyapu lereng bukit dari masjid dan desa di provinsi Nuristan, Afghanistan timur, untuk menyerang dua markas di daerah perbatasan bergunung, yang merupakan tempat berlindung pejuang Al-Qaidah dan Taliban.

Pasukan Amerika Serikat mengundang serangan udara untuk menghalau serangan itu dalam pertempuran hingga malamnya, kata Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF), pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO, yang menggambarkannya sebagai pertempuran sangat sengit.

“Tentara sekutu barhasil menangkal serangan itu dan mengakibatkan korban besar di pihak musuh, sementara delapan anggota ISAF dan dua ANSF (Pasukan Keamanan Negara Afghanistan) tewas,” katanya.

Kolonel Randy George, Panglima Satuan Tugas Petempur Gunung di wilayah itu, mengatakan, “Itu serangan rumit di wilayah sulit.”

Juru bicara Taliban menyatakan, 30 pejuang asing dan Afghanistan tewas dan mereka menculik kepala polisi daerah Kamdesh serta 30 tentara Angkatan Darat Afghanistan.

Kepala sandi di Nuristan, Mohammad Farooq, mengatakan, “Sekitar 700 pejuang Taliban ikut dalam serangan itu, yang datang dari Swat dan Dir (di Pakistan). Al Qaida juga di antara mereka.”

Gubernur Nuristan, Jamaluddin Badar, menyatakan, pejuang Taliban juga menyandera 13 polisi dan dua wartawan radio Afghanistan, yang didirikan dengan bantuan Amerika Serikat. Lima orang Taliban tewas.

ISAF berencana mundur dari daerah itu sebagai bagian dari penempatan ulang tentara untuk musim dingin mendatang di Afganistan dan pengaturan kembali siasat tentara ke daerah lebih banyak penduduk di timur, kata perwira media.

Kejadian itu merupakan serangan tunggal paling mematikan bagi tentara Amerika Serikat dan NATO, sejak 10 tentara Prancis tewas akibat sergapan di Afghanistan timur pada Agustus 2008.

Sebelumnya, sembilan tentara Amerika Serikat tewas di Nuristan pada Juli 2008.

NATO berjuang memadamkan perlawanan maut, yang meluas ke seluruh Afghanistan, hampir delapan tahun sesudah pejuang Taliban digulingkan dari kekuasaan.

Afghanistan timur mengalami peningkatan kekerasan baru-baru ini, saat pejuang Taliban menyebar jejak kaki mereka melewati wilayah kekuasaan mereka di selatan.

Pemikir Dewan Keamanan dan Pembangunan Antarbangsa berpusat di London memperkirakan, Taliban kini hadir di 80 persen dari Afganistan.

Mariam Abou Zahab, dari Pusat Kajian dan Penelitian Antarbangsa (CERI) di Paris, mengatakan, “Taliban dalam keadaan kuat. Mereka mau menunjukkan bahwa mereka di mana-mana.”

Keamanan memburuk di utara dan barat, yang sebelumnya tenang, dan serangan pejuang meningkat sebelum pemilihan presiden pada 20 Agustus.

Seperti di selatan dan timur, pertempuran antara pejuang dan pasukan asing kini menjadi kejadian sehari-hari.

Tahun ini adalah yang paling mematikan bagi tentara asing sejak 2001, dengan 394 kematian. 236 di antara mereka warga Amerika Serikat, kata kantor berita Prancis AFP, berdasarkan atas angka laman mandiri icasualties.org. [ant/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Protes “The Da Vinci Code”, Suster 61 Tahun Bersepeda Keliling Kota

Protes “The Da Vinci Code”, Suster 61 Tahun Bersepeda Keliling Kota

Mozambique Ekstradisi ke AS Gembong Narkoba asal Pakistan

Mozambique Ekstradisi ke AS Gembong Narkoba asal Pakistan

Fatah Dan Hamas Gagal Capai Perjanjian

Fatah Dan Hamas Gagal Capai Perjanjian

Anwar Berlindung di Kedubes Turki

Anwar Berlindung di Kedubes Turki

Kemenkes Kenya Pakai Jutaan Dana Covid-19 untuk Beli Teh, Camilan dan Pulsa Staf

Kemenkes Kenya Pakai Jutaan Dana Covid-19 untuk Beli Teh, Camilan dan Pulsa Staf

Baca Juga

Berita Lainnya