Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemuda Muslim Inggris Alergi Polisi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Para pemuda Muslim Inggris merasa diserang secara sosial, terutama oleh polisi, demikian laporan hasil sebuah studi menyatakan baru-baru ini.

Laporan dari Pusat Penelitian Kebijakan, lembaga yang berisi cendikiawan Islam, dimaksudkan untuk mendorong kaum muda Muslim melawan asumsi negatif yang diberikan oleh orang-orang di luar komunitas mereka.

Laporan itu menyebutkan, dalam media massa pemuda Muslim digambarkan sebagai ancaman bagi masyarakat. Dan mereka seringkali harus berupaya keras untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka bisa menjadi seorang Muslim, sekaligus warga negara Inggris yang baik

Perdebatan umum menyangkut masalah imigrasi, nasionalisme, dan integrasi, hanya menjadikan mereka tertekan.  Ditambah lagi dengan keikutsertaan Inggris dalam peperangan di Iraq dan Afghanistan.

“Di samping menghadapi pertanyaan dan tantangan atas kesetiaan mereka, para pemuda Muslim dipaksa menentukan dengan tegas identitas mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional,” demikian kata laporan itu.

Pemuda Muslim seringkali diminta untuk membuktikan bahwa agama yang mereka anut adalah agama damai dan mereka terikat dengan hukum, papar laporan itu.

“Tentu sangat merusak jika mitos dan stereotipe mengungguli informasi yang sebenarnya, sehingga Muslim selalu dilihat sebagai ancaman bagi masyarakat Inggris,” demikian bunyi laporan tersebut.

Berdasarkan sensus terakhir di tahun 2001, ada 1,6 juta orang Muslim di Inggris, yang berarti 2,8% dari jumlah total populasi kerajaan itu. Perkiraan tidak resmi menyatakan, jumlahnya sekarang mungkin sudah lebih dari 2 juta orang.

Kebanyakan Muslim Inggris mempunyai garis keturunan dari Pakistan dan Bangladesh, bekas wilayah jajahan Inggris.

Meskipun ada upaya dari polisi Inggris untuk lebih dekat dengan komunitas Muslim, banyak pemuda yang tidak percaya kepada polisi di sana, bahkan merasa dilecehkan.

Laporan itu menganggap, tindakan polisi Inggris yang menyetop dan menggeledah Muslim di jalanan, setelah kejadian bom bunuh diri Juli tahun 2005 yang menewaskan 52 orang di London, sebagai penyebab sikap “alergi” pemuda Islam terhadap polisi setempat.

Laporan itu menyatakan, pemberitaan oleh media massa secara sensasional atas kejadian bom itu dan penangkapan 4 orang Muslim –3 orang di antaranya keturunan Pakistan, menciptakan citra dan stereotipe buruk atas Muslim Inggris.

“Jika mereka melihat ada seorang berdarah Asia melakukan  kesalahan, maka seluruh anggota komunitas yang harus menanggungnya,” kata seorang pemuda Muslim yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut. [di/rtr/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pemimpin Aliran Sesat Malaysia Diduga Lari ke Indonesia

Pemimpin Aliran Sesat Malaysia Diduga Lari ke Indonesia

Mitsubishi Materials Akui Palsukan Data Kualitas Produk

Mitsubishi Materials Akui Palsukan Data Kualitas Produk

Kecam Suriah, Mursy dapat Pujian

Kecam Suriah, Mursy dapat Pujian

Pesan Sejuk Menteri Agama Malaysia kepada ‘Jamaah Tabligh’ terkait Virus Corona

Pesan Sejuk Menteri Agama Malaysia kepada ‘Jamaah Tabligh’ terkait Virus Corona

AS Larang Upacara Doa Bagi Uday dan Qusay

AS Larang Upacara Doa Bagi Uday dan Qusay

Baca Juga

Berita Lainnya