Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Siapa Bilang Wanita Saudi Hanya Duduk di Rumah?

Bagikan:

Hidayatullah.com–Wanita Saudi melakukan banyak peran berbeda, termasuk di bidang media, dan pihak Kerajaan Saudi sedang memantau citra para wanita Saudi.

“Kami percaya peran penting yang dimainkan oleh wanita Saudi dalam pembangunan masyarakat,” kata  Zoya Sakr, Kepala Bagian Sales dan Marketing di Al-Aan TV, dalam sebuah diskusi di Hotel Hilton Jeddah yang diselenggarakan oleh Al-Aan TV dalam rangka memberi penghargaan kepada wanita Saudi yang bekerja di media.

Acara yang meriah itu juga sebagai tanda diluncurkannya sebuah program tayangan gaya hidup yang berjudul “Al Saudiyyat Ghair” (Wanita Saudi Berbeda). Sebagai pembukanya dilakukan konferensi pers dalam menyambut peran jurnalis wanita di Arab Saudi, sekaligus memprakarsai proses dialog yang berfokus pada  wanita.

“Al Saudiyyat Ghair ditujukan untuk menunjukkan berbagai peran yang dimainkan oleh wanita Saudi, dan menampakkan keterampilan mereka, talenta, dan kemampuannya. Upaya menyoroti kehidupan nyata dan memperbaiki citra wanita Saudi ini dilakukan berdasarkan pada penelitian dan praktik ilmiah. Singkatnya, untuk merayakan kesuksesan wanita di berbagai bidang,” kata Sakr.

Ia menambahkan bahwa kerajaan sedang melakukan perubahan perlahan terhadap peran para wanita, yang masih saja disalahpahami oleh masyarakat dunia. Program ini ditujukan untuk mengungkap misteri dan menyingkap citra wanita Saudi yang sesungguhnya.

“Program ini diluncurkan dengan ide untuk didedikasikan bagi wanita Saudi yag bekerja di media, di samping itu untuk meliput semua isu yang terkait dengan wanita Saudi,” katanya.

Program acara itu akan memfokuskan pada bagaimana seorang wanita menempuh pendidikan, menghibur diri, memberdayakan diri, dan berinteraksi dengan  aspek-aspek kehidupan untuk  kemajuannya.

Dengan menekankan nilai-nilai tersebut, Aber Bloch, pemilik Servo Production berkata, “Kami menemui para pejabat di Al-Aan, yang memahami visi dan konsep yang ada, dan kami mendorong mereka untuk memproduksi program acara ini, setelah melakukan riset yang mendalam.”

Sebagai acara yang bertema gaya hidup, program ini akan mencakup beberapa isu terkait wanita, seperti masalah kesehatan, shopping, fesyen, dan masak-memasak. Yang paling utama, acara ini ingin menunjukkan bahwa wanita Saudi berjuang untuk mencapai sukses dan meraih cita-cita mereka dengan ketekunan dan kecerdasan.

Muna Abu Sulayman, pembawa acara bincang-bincang wanita “Kalam Nawa’im” yang ditayangkan di MBC mengatakan, peran jurnalis wanita sama dengan jurnalis pria. “Jurnalis wanita dapat menggambarkan dengan apik masalah-masalah yang ada di masyarakat,” katanya.

“Reformasi di Kerajaan berjalan seiring waktu, dan orang-orang bergantung pada jurnalis wanita, khususnya untuk menggali isu terkait wanita secara obyektif dan jujur.” Muna sendiri sekarang ini sedang bekerja dalam sebuah program baru yang akan menyampaikan masalah-masalah aktual kepada pemirsa Muslim dan Arab.

“Wanita Saudi hendaknya diberi kesempatan melakukan perjalanan ke luar negeri dan juga dibawa mengunjungi ke berbagai perusahaan tempat mereka bisa melihat bagaimana pria dan wanita bekerja, dan hendaknya diperbolehkan memutuskan masalah secara mandiri,” kata Manal Faisal Alsharief, kepala editor di sebuah bagian kewanitaan.

Mengomentari program tersebut, Hiba Jamal, presenter Al Saudiyyat Ghair berkata, “Acara itu langsung sukses tak lama setelah diluncurkan. Masukan dari para pemirsa sangat positif di bulan pertama. Kami berusaha mempertahankan kesuksesan itu dengan menampilkan sajian yang bermanfaat dan membangun terkait masalah-masalah wanita Saudi.” [di/sg/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Survey :’Muslimin Inggris korban Islamophobia’

Survey :’Muslimin Inggris korban Islamophobia’

vaksin-covid-19-gaza

Penumpang Qantas Harus Punya Bukti Vaksinasi Covid-19

Saudi Tak Akan Akui Israel Sebelum Terima Opsi Dua Negara

Saudi Tak Akan Akui Israel Sebelum Terima Opsi Dua Negara

Pengadilan Kasasi Mesir Batalkan Hukuman Mati 36 Orang Pro-Mursy

Pengadilan Kasasi Mesir Batalkan Hukuman Mati 36 Orang Pro-Mursy

Pembocor ‘Vatileaks’ Kepala Pelayan Paus Benediktus XVI

Pembocor ‘Vatileaks’ Kepala Pelayan Paus Benediktus XVI

Baca Juga

Berita Lainnya