Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Iran Gantung 13 Gerilyawan Sunni

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Iran hari Selasa (14/7) telah menghukum gantung 13 gerilyawan Sunni dari kelompok gerilyawan Sunni bayangan Jundullah. Mereka dituduh menjadi “musuh-musuh Tuhan” karena serangkaian serangan, kantor berita resmi IRNA melaporkan.

Gerilyawan-gerilyawan itu dieksekusi di sebuah penjara di kota Zahedan, di perbatasan tenggara Iran yang resah, pusat pemberontakan Muslim Sunni terhadap rezim Syiah di Teheran.

“Tigabelas anggota kelompok itu digantung pagi ini,” kata Kepala Pengadilan Provinsi Ebrahim Hamidi, seperti dikutip oleh kantor berita tersebut.

Para gerilyawan itu dituduh sebagai “mohareb” (musuh Tuhan) dan “menculik orang asing, membunuh orang tak bersalah, serta melakukan aksi teroris untuk kelompok Jundullah”, kata IRNA, yang mengutip pernyataan pengadilan setempat.

Satu media negara telah mengumumkan Senin (13/7), bahwa 14 anggota Jundullah (Tentara Tuhan) akan dieksekusi di depan umum Selasa.

“Setelah konsultasi-konsultasi pada menit terakhir, esksekusi dilakukan di sebuah penjara,” kata Hamidi.

Media itu Senin juga melaporkan bahwa Abdolhamid Rigi, saudara laki-laki pemimpin Jundullah Abdolmalik Rigi, termasuk salah satu gerilyawan yang akan dieksekusi. Hamidi mengatakan, Abdolhamid Rigi tidak termasuk di antara orang-orang yang digantung Selasa, tapi ia akan dieksekusi akhir pekan ini.

Zahedan adalah ibukota Provinsi Sistan-Baluchestan, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan. Provinsi ini menampung penduduk etnik Baluch yang cukup besar.

Jundullah berkali-kali mengklaim melakukan serangan terhadap sasaran pemerintah Iran di provinsi yang terletak di rute perdagangan besar narkotika menuju Eropa dan Teluk itu.

Dalam serangan besar paling akhir, Jundullah mengaku bertanggungjawab atas pemboman bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Zahedan, Mei, yang menewaskan 25 orang, dengan mengatakan pemboman itu merupakan serangan balas dendam atas penggantungan sejumlah anggota minoritas Baluch.

Kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional telah minta pemerintah Iran untuk menghentikan eksekusi itu, dengan mengadukan bahwa gerilyawan-gerilyawan tersebut tidak mendapat pengadilan yang adil.

Tahun lalu, pasukan polisi Iran  diberitakan menewaskan 12 anggota kelompok bersenjata milisi Sunni, yang katanya berencana akan melakukan serangan di daerah barat daya Iran, kata televisi pemerintah.

Polisi dikabarkan menewaskan atau menahan 18 anggota milisi yang punya hubungan dengan kelompok Jundallah yang kontra revolusioner di selatan provinsi Sistan-Baluchistan, kata Jenderal Ghafari, panglima polisi provinsi itu kepada televisi tersebut.

Provinsi Sistan Baluchistan yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan dikenal sebagai tempat lalu lintas bagi para pedagang narkoba dari Asia ke Eropa.  Hanya saja, di provinsi itu juga tempat tinggal masyarakat Baluchistan yang setia pada Islam Sunni, bukannya pada Syiah yang merupakan penduduk mayoritas Iran.

Kelompok Jundallah  di provinsi itu  dipimpin oleh Abdolmalek Rigi. Iran menuduh musuh bebuyutannya AS mendukung kelompok itu. [afp/ant/cha/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Ahli PBB Minta Zionis Hentikan Kegiatan Pemukiman

Ahli PBB Minta Zionis Hentikan Kegiatan Pemukiman

Partai An-Nur Mesir Tutupi Patung Putri Duyung

Partai An-Nur Mesir Tutupi Patung Putri Duyung

Kepolisian Victoria Izinkan Polwan Berhijab Sejak 2004

Kepolisian Victoria Izinkan Polwan Berhijab Sejak 2004

Pembunuhan Imam Masjid, Wali Kota New York Sebut Muslim jadi Sasaran Kefanatikan

Pembunuhan Imam Masjid, Wali Kota New York Sebut Muslim jadi Sasaran Kefanatikan

Ikut Kecam Kudeta Turki, Nenek Umur Satu Abad Ikut Turun Jalan

Ikut Kecam Kudeta Turki, Nenek Umur Satu Abad Ikut Turun Jalan

Baca Juga

Berita Lainnya