Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Raja Abdullah Meresmikan Mega Proyek di Madinah

Bagikan:

Hidayatullah.com — Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah, mengunjungi Madinah Ahad dalam rangkaian inspeksi ke propinsi Madinah. Di sana beliau meresmikan proyek industri dan pembangunan baru senilai SR45 milyar di Yanbu.

Di Bandara Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, beliau disambut oleh Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif, Gubernur Madinah Pangeran Abdul Aziz bin Majid, dan Kepala Urusan Dua Masjid Suci Shaikh Saleh Al-Husain.

Tak lama setelah tiba di Madinah, Raja Abdullah langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat ashar. Beliau juga mengunjungi makam Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam untuk menghormatinya.

Dalam kunjungannya itu Raja Abdullah didampingi sejumlah pangeran senior dan anggota kabinet. Mereka antara lain Kepala Intelijen Pangeran Muqrin, Menteri Pendidikan Pangeran Faisal bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Abdul Aziz Al-Khuwaiter, Menteri Perburuhan Ghazi Al-Gosaibi, Menteri Keuangan Ibrahim Al-Assaf, Menteri Kebudayaan dan Informasi Abdul Aziz Khoja, dan Menteri Kesehatan Dr. Abdullah Al-Rabeeah.

Raja Abdullah dijadwalkan meresmikan proyek baru perluasan Masjid Nabawi, termasuk di dalamnya pemasangan tabir matahari sebanyak 182 buah di halaman masjid. Lebih dari 200 ribu jamaah akan diuntungkan dengan adanya tabir matahari tersebut. Raja mengalokasikan dana sebesar SR4,7 milyar untuk proyek masjid itu.

“Raja Abdullah akan menghadiri sebuah acara besar yang diselenggarakan oleh Royal Commision pada hari Selasa di Yanbu, untuk meletakkan batu pondasi dan membuka sejumlah proyek industri dan pembangunan baru,” kata Pangeran Saud bin Abdullah Al-Thunayan sebagai komisaris utama.

Ia juga mengatakan bahwa proyek yang akan diresmikan oleh Raja itu senilai SR45 milyar. Termasuk di dalamnya pembangunan senilai SR20 milyar komplek industri Yanbu National Petrochemicals Co. (Yansab), Saudi Basic Industries Corp. (SABIC), Royal Commission dan Marafiq.

“Kunjungan kerajaan itu merupakan bagian dari tindak lanjut oleh pemimpin Saudi atas pembanguna di 2 kota industri kembar Jubail dan Yanbu,” kata Pangeran Saud. “Raja Abdullah memberikan perhatian yang sangat tinggi pada dua kota industri itu karena mereka memainkan peran penting guna menarik investor dari dalam dan luar negeri.”

Awal tahun ini Raja Abdullah telah berkunjung ke Jubail yang berada di propinsi sebelah timur kerajaan dan meresmikan proyek baru senilai SR54 milyar.

“Peluncuran mega proyek di Yanbu dan Jubail menunjukkan kekuatan ekonomi negara Saudi,” kata Pangeran Saud. Ia juga menambahkan bahwa krisis keuangan global hanya berdampak kecil pada kerajaan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kunjungan raja itu akan menyemangati para pejabat dan pekerja untuk mempercepat pelaksanaan rencana pembangunan. Ia juga mengingatkan akan dukungan besar raja terhadap sektor industri.

Selama kunjungannya itu, Raja Abdullah juga akan membuka proyek perluasan Bandara Udara Pangeran Abdul Muhsin bin Abdul Aziz di Yanbu. Hingga perluasannya selesai, proyek itu memakan dana senilai SR188 juta.

Pada malam hari pertama kedatangannya di Madinah, Raja Abdullah menerima tamu para ulama, shaikh, pejabat sipil dan militer senior, dan sejumlah masyarakat yang ingin berjumpa dengan beliau, di Istana Tiba.

Pemimpin Madinah Pangeran Abdul Aziz bin Majid mengatakan kepada wartawan Okaz bahwa kunjungan Raja itu merupakan “kesempatan bagi semua orang untuk bertanya sejauh mana kemajuan yang sudah dicapai.” [di/anok/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Grafiti Anti-Semit Resahkan Warga Yahudi Bosnia

Grafiti Anti-Semit Resahkan Warga Yahudi Bosnia

Bus Rombongan Anggota Jamaah Tabligh Kecelakaan, 26 Meninggal

Bus Rombongan Anggota Jamaah Tabligh Kecelakaan, 26 Meninggal

Pakar: RMS Gerakan Pemberontak!

Pakar: RMS Gerakan Pemberontak!

Citra Satelit Pantau Kapal Mewah Kim Jong-un Berada di Pantai Dekat Wonsan

Citra Satelit Pantau Kapal Mewah Kim Jong-un Berada di Pantai Dekat Wonsan

Akhirnya Resolusi PBB Terhadap Suriah Batal

Akhirnya Resolusi PBB Terhadap Suriah Batal

Baca Juga

Berita Lainnya