Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muslim Skotlandia Ingin Khotbah Jumat Bahasa Inggris

Bagikan:

Hidayatullah.com—Mayoritas muslim Skotlandia lebih suka bila khotbah salat Jumat di masjid disampaikan dalam bahasa Inggris, ketimbang bahasa Arab untuk menyesuaikan kebutuhan para jemaah.

“Ceramah dalam bahasa Inggris menjadi lebih bermakna di kalangan anak muda,” ujar Mona Siddiqui, Profesor Kajian Islam dan Pemahaman Kemasyarakatan di Glasgow University.

Seruan kepada para imam untuk memberikan ceramah dalam bahasa Inggris pada salat Jumat, mendapat dukungan kuat di kalangan muslim Skotlandia. Mereka menilai khotbah dalam bahasa Arab membuat jemaah, terutama kaum muda, tidak bisa memahami isi khotbah karena hanya sedikit orang yang memahaminya.

Yayasan Islam Skotlandia (SIF) baru-baru ini memposkan survei secara online dan meminta pendapat umat Islam tentang apakah mereka lebih suka mendobrak tradisi selama ini (dengan mendengarkan khotbah Jumat dalam bahasa Inggris dan bukannya bahasa Arab) dan memodernisasi penyampaian khotbah yang mencerminkan kebutuhan generasi muda. Hasilnya, lebih dari dua pertiga responden menyukai proposal itu.

Menurut Siddiqui, langkah itu lebih menjurus revolusioner ketimbang pertimbangan masuk akal.

Berdasarkan data dari media massa Herald Tribune, lebih dari separuh orang muslim Skotlandia, Inggris, berusia di bawah 25 tahun dan hanya beberapa orang yang dapat berbicara bahasa Arab.

Sementara data dari SIF menunjukkan, lebih dari 50.000 muslim tinggal di wilayah Skotlandia dan jumlah ini mewakili kurang dari satu persen penduduk. Orang muslim merupakan kelompok agama terbesar kedua di Skotlandia dan memiliki sekitar 30 masjid, termasuk 12 di Glasgow.

Namun, tidak semua orang menyambut gembira proposal khotbah dalam bahasa Inggris.

“Ada prinsip Islam yang tidak dapat diubah,” ujar Muhammad Mustaqeem Shah, imam Masjid Al-Furqan di Glasgow.

Shah percaya bahwa langkah ini merupakan pelanggaran langsung ajaran Islam. Menurutnya, banyak ulama Muslim menganggap bahwa langkah ini merupakan tindakan ofensif dengan memberikan khotbah Jumat selain dalam bahasa Arab.

“Kata Allah dalam bahasa Arab, bukan Inggris. Dalam khotbah, kita menyitir ayat-ayat suci Alquran. Jadi bukan suatu hal yang tepat dalam Islam, membaca Alquran dalam bahasa Inggris,” tegas Shah. Karena itu, ujarnya, lebih disarankan bila kita menyampaikan sebagian isi khotbah dalam bahasa Inggris seraya tetap mempertahankan ajaran suci Alquran dalam bahasa Arab.

Namun Siddiqui berpendapat bahwa ada persoalan lebih besar yang menghambat penyampaian khotbah dalam bahasa Inggris ketimbang bahasa Arab.

“Masalahnya adalah siapa orang yang dapat memberikan ceramah dalam bahasa Inggris,” imbuh Siddiqui. “Kebanyakan masjid memiliki para imam yang datang dari luar negeri karena itu mereka sudah terlatih dalam bahasa Arab. Kecuali Anda memiliki imam yang terlatih untuk berkhotbah dalam bahasa Inggris, maka usulan ini pun tidak sulit terlaksana.” [iol/hat/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Wakil Presiden AS: AS Mungkin Pindahkan Kedutaan Israel ke Jerusalem

Wakil Presiden AS: AS Mungkin Pindahkan Kedutaan Israel ke Jerusalem

Satu Juta Kupon Qurban Terjual ke Jamaah Haji

Satu Juta Kupon Qurban Terjual ke Jamaah Haji

Polling: Mayoritas Orang Kanada Tolak Cadar

Polling: Mayoritas Orang Kanada Tolak Cadar

ElBaradei Diserang Air dan Sepatu

ElBaradei Diserang Air dan Sepatu

Maroko Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Maroko Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Baca Juga

Berita Lainnya