Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Muslimin AS Akan Bangun Masjid Raksasa

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seiring pesatnya perkembangan Islam di Amerika Serikat, Muslim AS pun bergiat mendirikan masjid-masjid yang mampu menjawab kebutuhan akan melonjaknya jumlah kaum Muslim. Gabungan antara tradisi keagamaan dan kenyamanan khas AS menjadi dua kata kuncinya.

Dengan pengembangan yang mengambil inspirasi dari gereja-gereja non-Katolik di AS yang mampu menampung sedikitnya 2.000 jemaat, masjid-masjid ‘raksasa’ (mega-mosques) sudah menjadi kebutuhan di tempat-tempat tertentu.

“Saat ini kami memiliki bangunan-bangunan yang didesain untuk sembahyang Jumat yang mampu menampung 1.000 orang dan akan ada (bangunan untuk) 2.000 hingga 3.000 yang segera menyusul,” jelas Corey Saylor dari Lembaga Hubungan Amerika-Islam (CAIR) seperti dilansir AFP, Ahad (7/9).

Untuk menanggulangi kepadatan, yang juga berpengaruh terhadap kemacetan lalu lintas usai shalat, Muslim AS juga menyiapkan masjid-masjid ‘cabang’, yang juga mengikuti model gereja-gereja raksasa. Hal inilah yang menyebabkan masjid-masjid ‘raksasa’ tersebut sangat kental bercirikan Amerika.

Sebuah masjid ‘raksasa’ di Virginia bahkan menyewa ruangan dari sebuah sinagoga. “Sebagian masjid ini merupakan bagian dari sinagoga. Di mana lagi Anda dapat melihat masjid dan sinagoga menjadi satu? Ini benar-benar sebuah ‘Pengalaman Amerika’,” jelas imam Mohamed Magid.

‘Pengalaman Amerika’ semacam ini menarik terutama bagi kaum Muslim Amerika muda yang menikmati gabungan antara tradisi keagamaan dan efisiensi dan kenyamanan ala Amerika di tempat ibadah mereka. Kaum Muslim Amerika juga menawarkan bentuk yang lebih progresif dari Islam, yang sejalan dengan karakteristik dan keinginan banyak Muslim Amerika.

Lebih dari duapertiga Muslim Amerika yang merupakan imigran, sebagian dari Timur Tengah, dan kebanyakan dari mereka “berpenampilan dan bersikap selayaknya warga Amerika lainnya,” demikian ungkap sebuah laporan yang dipublikasikan tahun lalu oleh Forum untuk Agama dan Kehidupan Publik.

Muslim Amerika juga menganut etos kerja Protestan (Protestant work ethic) dan percaya bahwa kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. [gbn/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Cegah Corona, Qatar Larang Pelancong dari 14 Negara

Cegah Corona, Qatar Larang Pelancong dari 14 Negara

Paus Serukan Tindak Tegas Pelecehan Seks

Paus Serukan Tindak Tegas Pelecehan Seks

Idul Fitri ini Muslim Rusia Punya Stasiun TV Sendiri

Idul Fitri ini Muslim Rusia Punya Stasiun TV Sendiri

Tersangka Pembantu Serangan Kantor Charlie Hebdo Dideportasi dari Djibouti

Tersangka Pembantu Serangan Kantor Charlie Hebdo Dideportasi dari Djibouti

Pelaku Pembunuhan di Masjid Quebec Mengaku Bersalah

Pelaku Pembunuhan di Masjid Quebec Mengaku Bersalah

Baca Juga

Berita Lainnya