Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pembunuhan Keturunan Sendiri “Marak” di Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang ibu di Israel dijebloskan ke tahanan karena diduga membunuh putranya yang berumur empat tahun. Pengadilan Wilayah Tel Aviv, Rabu, juga memerintahkan tersangka menjalani pemeriksaan kejiwaan sedangkan polisi menduga pembunuhan itu telah direncanakan.

Kantor berita Xinhua melaporkan, kematian bocah tersebut adalah kasus ketiga di Israel berupa pembunuhan anak oleh anggota keluarganya.

Kasus itu membuat cemas masyarakat Israel dan menghiasi beberapa surat kabar. Yang tidak kalah menggemparkan, sebagian ahli kejiwaan justru mengatakan tekanan masyarakat dan laporan rinci dari media justru memicu pembunuhan mengerikan itu terjadi satu demi satu.

Regina Kruchkov pada pukul 22:30 waktu setempat, Selasa malam, menghubungi polisi dan menyatakan telah membunuh anaknya, Michael, dengan menenggelamkan kepala korban.

Polisi menemukan perempuan tersebut dengan melacak nomor teleponnya dan tiba di lokasi di bagian selatan Tel Aviv serta menemukan mayat anak laki-laki tergeletak tanpa pakaian di tempat tidur.

Tim medis menyimpulkan anak itu sudah meninggal beberapa lama dan mayat itu dibawa untuk diotopsi. Dalam interogasi, ibu berusia 31 tahun tersebut mengaku telah membunuh Michael tapi sulit untuk menjelaskan alasannya.Ia menyesali hal yang telah dilakukan dan mengatakan pantas menerima hukuman.

Pengadilan memutuskan untuk menahan perempuan tersebut selama sembilan hari dan ia harus menjalani pemeriksaan jiwa.

Kruchkov bukan orang-tua pertama yang mengejutkan masyarakat Israel dalam aksi sejenis beberapa pekan belakangan.

Pada Kamis malam, Rishon Lezion (42), warga Olga Borisov, ditangkap karena diduga menenggelamkan putranya yang berusia empat tahun, Alon, di laut.

Para ahli jiwa menyoroti bahwa ketiga kasus tersebut terjadi pada keluarga imigran, yang lebih mendapat tekanan dibanding keluarga non-imigran. Masyarakat dan budaya Israel dapat membuat tekanan yang ekstrem, mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, ditambah masalah geopolitik. [ant/bgl/www.hidayatullah.com]

Foto sebuah keluarga Israel

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Program Merubah Pengemis jadi Pengusaha Sukses

Program Merubah Pengemis jadi Pengusaha Sukses

Al Azhar: “Kami Tolak Bantuan untuk Baratisasi Pemuda”

Al Azhar: “Kami Tolak Bantuan untuk Baratisasi Pemuda”

Sejarah Muslim di Amerika Diterjemahkan ke Bahasa Arab

Sejarah Muslim di Amerika Diterjemahkan ke Bahasa Arab

Iraq Klaim Serangan Tahap Pertama Berhasil Mengisolasi Fallujah

Iraq Klaim Serangan Tahap Pertama Berhasil Mengisolasi Fallujah

Baca Juga

Berita Lainnya