Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Afghanistan, Wilayah Tak Aman Pasukan Jerman

Bagikan:

Hidayatullah.com–Keadaan di Afghanistan semakin tidak aman. Wilayah utara, lokasi tentara Jerman “Bundeswehr“, cukup lama dianggap aman, tetapi kini menjadi sasaran pejuang Taliban. Akibatnya perdebatan mengenai keterlibatan Bundeswehr semakin memarak di Jerman.

Pekan lalu, seorang tentara Jerman tewas dalam sebuah serangan. Kemudian , seorang perempuan Afghanistan dan dua anak-anak tewas tewas dalam sebuah insiden di sebuah pos pemeriksaan di wilayah Kundus.

Kejaksaan Jerman kini melakukan pemeriksaan mengenai apakah tentara Jerman saat itu melakukan pelanggaran tugas. Kejadian ini memicu perdebatan mengenai keterlibatan Jerman di Afghanistan. Bulan Oktober mendatang, parlemen Jerman akan memutuskan perpanjangan mandat Bundeswehr di Afghanistan.

Hans-Christian Ströbele, wakil ketua fraksi Partai Hijau di parlemen Jerman “Bundestag” berbicara tentang “sebuah perang sejati”. Paul Schäfer, juru bicara untuk kebijakan pertahanan dari fraksi Kiri menuduh pemerintah Jerman “semakin terlibat dalam perang yang melanggar hukum internasional”. Sedangkan Christian Schmidt dari Partai Kristen Sosial dan deputi menteri di Departemen Pertahanan menilai keadaan di Afghanistan “bukan perang melainkan pertempuran kecil”.

Menteri Pertahanan Jerman, Franz Josef Jung yang hari Rabu (3/9) berada di Afghanistan, mengatakan seusai pertemuannya dengan Presiden Hamid Karzai di Kabul bahwa tuntutan penarikan pasukan dari Afghanistan dapat membahayakan Bundeswehr.

Meski bahaya di Afghanistan semakin meningkat, Jung menuntut agar menghentikan perdebatan mengenai penarikan pasukan Jerman.

“Saya ingin mengatakan dengan tegas, pertanyaan mengenai perpanjangan mandat merupakan soal yang di sini terutama diperhatikan kubu teroris dan sebab itu membahayakan Bundeswehr yang dapat dijadikan target serangan. Karena itu saya hanya dapat mengatakan bahwa pihak yang memperdebatkannya di Jerman, menurut saya, punya andil dalam kemungkinan meningkatnya bahaya serangan terhadap tentara kita.”

Pada kenyataannya, situasi keamanan bagi tentara Jerman dan petugas pembangunan kembali di Afghanistan juga semakin rawan. Ini dibenarkan seorang juru bicara Departemen Pertahanan dalam jumpa pers berkalanya hari Jumat (29/8) mengatakan, “Sejak awal tahun di lokasi penempatan Bundeswehr, kami telah mengalami serangan 25 kali. Kebanyakan terjadi di wilayah Kundus. kami harus mengamati situasi selanjutnya. Tapi, di wilayah lain juga terjadi insiden buruk. Juga di sana keadaan tidak menjadi lebih baik.”

Beberapa hari yang lalu, pada sebuah pos pemeriksaan pasukan ISAF dan Afghanistan, tiga warga sipil Afghanistan tewas. Diduga bahwa tentara Jerman terlibat dalam kejadian naas itu.

Menteri Pertahanan Jerman yang kemarin berada di Kabul meminta maaf kepada Presiden Karsai atas kejadian tersebut. Departemen Pertahanan di Berlin menyatakan telah memberikan ganti rugi kepada keluarga korban untuk menghindari pembalasan dendam.

Rainer Arnold, pakar kebijakan pertahanan Partai Sosial Demokrat melihat adanya peningkatan ketegangan di jajaran Bundeswehr dan peningkatan risiko melakukan sebuah kesalahan. Namun menurutnya, itu bukan merupakan alasan untuk penarikan Bundeswehr dari Afghanistan. [dwwd/www.hidayatullah.com]

Foto Menteri Pertahanan Jerman, Franz Josef Jung saat berbicara dengan kalangan tentara di Jerman

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pertempuran di Yaman Tewaskan 20 Orang

Pertempuran di Yaman Tewaskan 20 Orang

KBRI Dorong Hidayatullah Datangkan Usahawan Indonesia ke Sudan

KBRI Dorong Hidayatullah Datangkan Usahawan Indonesia ke Sudan

27 Tahun 250 Juta Qur`an Disebar

27 Tahun 250 Juta Qur`an Disebar

Solidaritas atas Syuhada, Gereja Ramallah Tak Nyalakan Pohon Natal

Solidaritas atas Syuhada, Gereja Ramallah Tak Nyalakan Pohon Natal

AS-Saudi Teken Program “Pengunjung Terpercaya”

AS-Saudi Teken Program “Pengunjung Terpercaya”

Baca Juga

Berita Lainnya