Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muslimah Pertama yang Diburu FBI

Bagikan:

ImageHidayatullah.com— Nama Muslimah itu adalah Afiya Asiddiqui.  Tak jelas dari institusi mana pelaku penculik. Namun dalam situs resmi FBI masih menayangkan satu-satunya foto wanita ini.

Wanita berkebangsaan Pakistan, ini adalah wanita yang pertama kali menjadi incaran FBI dalam kasus yang oleh Amerika sering dituduh sebagai “terorisme“.

FBI dalam situsnya mengharap agar siapa saja yang memiliki informasi tentang wanita yang lahir pada 1972 ini, segera menghubungi biro FBI luar negeri terdekat yang berkantor di Kedutaan Amerika di tiap-tiap negara.

Disamping dituduh memiliki hubungan dengan Al-Qaidah, wanita yang berumur 36 tahun ini juga dituduh telah membunuh dua agen FBI, ketika terjadi penangkapan.

Tanggal 1 Agustus 2008, Daily Times melansir bahwa PTI (Pakistan Tahrik-e-Inshaf) lembaga tempat Afiya bekerja menuntut agar wanita yang bergelar doktor ini dilepaskan.

Hamidul Haq, pemimpin PTI menyatakan bahwa bahwa agen-agen Pakistan telah menculik Afiya bersama dua anak laki-laki dan seorang anak perempuannya di Karachi pada tanggal 30 Mei 2003.

Beberapa sumber menyatakan bahwa wanita dan ketiga anaknya ini ditahan di pangkalan militer Amerika di Bagram Afghanistan, lalu dibawa ke Amerika untuk diintrogasi.

Kini, sudah 6 tahun berlalu,  kondisi wanita Muslimah dan ketiga anaknya ini tidak jelas nasibnya. [al-mafkarah/daily/tho/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Leon Panetta Mundur dari Politik

Leon Panetta Mundur dari Politik

Mantan Anggota Hizbullah: KTT OKI Pukulan Telak Terhadap Iran

Mantan Anggota Hizbullah: KTT OKI Pukulan Telak Terhadap Iran

Huawei akan Bangun Pabrik Perlengkapan Ponsel 5G di Prancis

Huawei akan Bangun Pabrik Perlengkapan Ponsel 5G di Prancis

Tak Ada Air Mata Palestina untuk Ariel Sharon

Tak Ada Air Mata Palestina untuk Ariel Sharon

Kapal Israel “Nyasar” ke Perairan Arab

Kapal Israel “Nyasar” ke Perairan Arab

Baca Juga

Berita Lainnya