Senin, 24 Januari 2022 / 20 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Paus Minta Maaf Atas Kasus Pedofilia Gereja Katolik Australia

Bagikan:

Hidayatullah.com–Paus Benediktus XVI yang dijadwalkan tiba di Sydney, Ahad, berjanji menyampaikan permintaan maaf atas skandal pedofilia dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja Katolik Australia.

 Janji itu disampaikannya dalam konferensi pers di atas pesawat yang membawanya dari Roma ke Australia, demikian dilaporkan jaringan pemberitaan ABC, Sabtu.

 Paus berkebangsaan Jerman dan lahir pada 16 April 1927 dengan nama Joseph Alois Ratzinger itu mengatakan, dia akan menyampaikan permintaan maaf seperti yang telah ia lakukan saat mengunjungi Amerika Serikat April lalu.

 Dalam masalah ini, Paus mengingatkan pentingnya gereja Katolik melakukan rekonsiliasi, mencegah, menolong dan melihat kesalahan. "Harus jelas bahwa seorang pendeta yang sesungguhnya tidak sejalan dengan (kekerasan seksual) ini karena pendeta melayani Tuhan kita," katanya.

 ABC menyebutkan para korban kekerasan seksual para pastor Australia telah mengimbau Paus agar meminta maaf saat dia tiba di Sydney untuk menghadiri Hari Pemuda Dunia (WYD). Pada 2002 lalu, pihak Keuskupan Australia juga pernah menyampaikan permintaan maaf untuk kasus-kasus kekerasan seksual di masa lalu.

Walaupun tiba di Sydney, Ahad (13/7), pemunculan pertama Paus Benediktus di depan publik baru terjadi pada 17 Juli. Pada 20 Juli, Paus menyapa ratusan ribu orang peziarah yang akan memadati lapangan pacuan kuda "Randwick" Sydney.

Dalam kunjungannya di Australia itu, Paus dilaporkan akan bermain piano dan bertemu Perdana Menteri Kevin Ruud. Belum lama ini Paus juga meminta maaf atas kasus kejahatan seks serupa terhadap warga AS yang dilakukan kalangan pendetanya. [ant/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Peternakan Cerpelai Belanda Dikarantina Setelah Hewannya Terjangkit Coronavirus

Peternakan Cerpelai Belanda Dikarantina Setelah Hewannya Terjangkit Coronavirus

Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

Lebih 4 Juta Wanita Saudi Tak Bersuami

Lebih 4 Juta Wanita Saudi Tak Bersuami

Ditinggal Istri, Pria Inggris Bunuh Putrinya, Anjingnya dan Dirinya Sendiri

Ditinggal Istri, Pria Inggris Bunuh Putrinya, Anjingnya dan Dirinya Sendiri

Belum Lama Dibui karena Korupsi, Eks Presiden Korsel Park Geun-hye akan Diampuni

Belum Lama Dibui karena Korupsi, Eks Presiden Korsel Park Geun-hye akan Diampuni

Baca Juga

Berita Lainnya