Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kongres Amerika: TV Timur Tengah Organisasi “Teror”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota Kongres Amerika megusulkan untuk memasukkan chanel-chanel TV yang menentang Israel dan Amerika sebagai organisasi “teroris”, yang mendorong “kekerasan” melawan Amerika. Ini sejalan dengan usul George W. Bush, yang menginginkan hal yang sama. Dan melakukan tindakan terhadap negara yang mendukung chanel-chanel ini.

Jess Pelerakis, wakil dari Partai Republik pada Kamis (26/6) mengajukan daftar beberapa chanel TV Timur Tengah yang dinilai sebagai organisasi “teroris”, yang memenyebarkan kebencian dan mendorong “kekerasan” kepada Amerika di Israel.

Disebut-sebut diantaranya adalah; Chanel Rafidin, Al Aqsha, Al Manar, Az Zaura yang menginduk kepada Nile Sat, satelit milik Mesir. Serta chanel Al ‘Alam milik Iran yang berbahasa Arab.

Akhirnya keluarlah keputusan bernomor 1308 di Parlemen yang menyatakan, bahwa chanel-chanel di atas  sebagai organisasi teror internasional, bagitu pula satelit yang menyediakan fasilitas untuk chanel ini.

Keputusan ini memberi isyarat kepada satelit Mesir Nile Sat, serta seluruh negara Arab yang memiliki Arab Sat.

Chanel Al Manar juga disebut-sebut sabagai organisasi teroris. Menurut mereka, stasiun yang dimiliki Hizbullah dinilai sama kedudukannya dengan senjata, yang dimiliki “teroris”.

Chanel ini mengudara pada tahun 2000, dan memanfaatkan fasilistas beberapa satelit seperti Nile Sat, Arab Sat, serta satelit miliki Indonesia Palapa C2. Hingga kini chanel ini disaksikan oleh 10 juta orang di seluruh dunia.

Al Manar dipilih karena dalam tayangannya selalu menampilkan Hasan Nasrallah, pimpinan Hizbullah, mengucapkan,”Matilah Amerika!”. Disamping itu, chanel ini sering menayangkan serangan-serangan terhadap tentara Amerika di Iraq.

Disamping Al Manar, Al Aqsha, saluran TV milik Hamas juga dimasukkan dalam kelompok organisasi teror. Dimana pernah ditayangkan gambar seorang anak Palestina menusuk presiden Amerika.

Sedangkan Az Zaura, milik mantan anggota parlemen Iraq, Mish’an Al Jaburi, yang juga sering menayangkan gambar-gambar pasukan Amerika yang diserang oleh para pejuang Iraq.

Jika negara tempat saluran-saluran TV itu berdomisili tetap membiarkan aktivitas “penyiaran teror”, maka negara yang bersangkutan dikurangi bantuannya dan dikucilkan dari “komunitas internasional”.

Begitu pula chanel Rafidin, yang mengudara melewati satelit Mesir, termasuk daftar organisasi terror, karena chanel ini dimiliki oleh Hai’ah Ulama Al Muslimin di Iraq, yang dikenal tidak pernah berkompromi terhadap penjajah.

Tentu pihak pertelevisian Indonesia tidak perlu khawatir, karena chanel-chanel TV Indonesia tidak pernah menyerukan perlawanan terhadap Amerika, atau menayangkan gambar hancurnya kendaraan militer Amerika di Iraq. Bahkan sebaliknya film-film tentang “kehebatan“ pasukan Amerika yang sering ditayangkan. [Al Arabiya/thoriq/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Perdana Menteri Sudan Sebut Kesepakatan dengan ‘Israel’ akan Memicu Perang

Mantan Perdana Menteri Sudan Sebut Kesepakatan dengan ‘Israel’ akan Memicu Perang

Karzai: Media Barat Merusak Masa Depan Afghanistan

Karzai: Media Barat Merusak Masa Depan Afghanistan

Muslim di Belanda Shalat untuk Korban Gempa

Muslim di Belanda Shalat untuk Korban Gempa

Intelijen Inggris Peringatkan Politisi akan Hacker Rusia

Intelijen Inggris Peringatkan Politisi akan Hacker Rusia

Paus Fransiskus Serukan untuk Melestarikan Identitas Baitul Maqdis

Paus Fransiskus Serukan untuk Melestarikan Identitas Baitul Maqdis

Baca Juga

Berita Lainnya