Ahad, 11 Juli 2021 / 31 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Uni Eropa Ancam Bekukan Aset Bank Iran

Bagikan:

Hidayatullah.com–UE mengancam membekukan  aset-aset dan dana perusahaan-  perusahaan Iran  yang berada di Eropa.Target  utama UE adalah sektor finansial,  salah satunya Bank  Melli, bank terbesar Iran  yang beroperasi di London,  Hamburg, dan Paris. Sumber  pejabat UE juga menuturkan,  individu dan perusahaan-  perusahaan Barat yang  terkait program nuklir Iran  juga akan terkena sanksi.

"Siapa pun yang terkait  program nuklir Iran akan dilarang  masuk ke UE.Perusahaan-  perusahaan terindikasi  membantu Teheran juga dilarang  beroperasi di Eropa,”  ujar sumber yang enggan  disebut namanya itu.Pejabat  itu menambahkan UE akan  mengumumkan nama-nama  perseorangan dan perusahaan  yang bersinggungan dengan  program nuklir Iran.

Pejabat itu juga menjelaskan,  selain Bank Melli yang  terancam dibekukan, seorang  pejabat senior yang berada  di belakang program nuklir  Iran tidak akan diberikan  visa untuk bisa masuk ke UE.  Kesepakatan yang disetujui  27 negara anggota UE itu  disepakati dalam sebuah rapat  kementrian perikanan  dan pertanian UE kemarin.  Rapat itu akan dilanjutkan  pada hari ini di Luxemberg.

Kesepakatan sanksi Iran itu  dikaji dalam sebuah rapat  yang bertajuk ”Satu Pokok”,  artinya kesepakatan itu merupakan  suatu yang penting.  Amerika Serikat (AS) dan  UE telah menyetujui kesepakatan  untuk menerapkan  sanksi baru PBB yang menekan  Iran untuk menghentikan  program nuklirnya.Sanksi  tegas UE itu sebenarnya  telah ditunggu-tunggu Washington,  menyusul kunjungan  Presiden George W Bush  ke Eropa beberapa waktu  lalu.

Washington memasukkan  Bank Melli ke daftar  bank yang dilarang beroperasi  di AS tahun lalu.  Sampai saat ini Dewan Keamanan  Perserikatan Bangsa-  Bangsa (PBB) memberlakukan  sanksi larangan bagi  negara manapun untuk menjual  perlengkapan teknologi  nuklir ke Iran.PBB juga memperingatkan  anggotanya untuk  menarik uangnya dari  bank-bank karena adanya  transaksi dari perusahaanperusahaan  yang bertransaksi  dengan Iran.PBB mengawasi  transaksi keuangan dengan  ketat,baik mengatasnamakan  individu ataupun organisasi  yang bersangkutan  dengan Teheran.

Namun, UE tetap akan  membuka pintu untuk memungkinkan  pembicaraan  mengenai paket insentif  internasional untuk Iran  yang akan disampaikan Direktur  Kebijakan Luar Negeri  UE Javier Solana.Kebijakan  keterbukaan tersebut,  menurut pejabat UE itu,  merupakan tindak lanjut  dari pelaksanaan kesepakatan  dua jalur.

Mingguan Iran Shahrvand-  e Emrooz melaporkan,  bulan ini Iran telah menarik  dana sebesar USD75 miliar  (Rp694,35 triliun) dari Eropa  sebagai bentuk antisipasi jika  adanya pembekuan dana  milik Teheran. Hanya saja,  Menteri Ekonomi Iran Hossein  Samsani menyangkal  laporan itu.Dia menuturkan,  sampai saat ini situasi masih  aman terkendali dan tidak  perlu ada sesuatu yang ditakutkan.

Juru Bicara  Departemen Luar Negeri  Iran Mohammad Ali Hosseini  menyatakan,Teheran masih  mengkaji tawaran insentif  ekonomi dan sebagainya dari  negara-negara Barat jika negaranya  menghentikan program  nuklirnya.

Sementara Iran terus mendapatkan tekanan, negara Barat dan Eropa tak pernah sedikitpun menyentuh program nuklir Israel di wilayah Dimona.[ao/afp/rtr/snd/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Jerman Ingin Tempatkan Armada Tempurnya di Turki

Jerman Ingin Tempatkan Armada Tempurnya di Turki

Uni Emirat Patok Harga Barang Bulan Ramadhan

Uni Emirat Patok Harga Barang Bulan Ramadhan

Mursyidul Am PAS Nik Aziz Nik Mat Meninggal Dunia

Mursyidul Am PAS Nik Aziz Nik Mat Meninggal Dunia

AS Inginkan Rezim Baru di Iran

AS Inginkan Rezim Baru di Iran

Pakistan Tuntut 3 Istri Bin Ladin

Pakistan Tuntut 3 Istri Bin Ladin

Baca Juga

Berita Lainnya