Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Serangan Warga Yahudi Tertangkap Kamera

Bagikan:

Hidayatullah.com–Tayangan video yang diserahkan satu kelompok hak asasi Israel menunjukkan pemukim Yahudi memukul warga Palestina di Tepi Barat. Seorang penggembala tua, istri dan keponakannya mengatakan mereka dipukul oleh empat pria memakai penutup muka karena membiarkan gembalaan mereka berkeliaran di dekat pemukiman Susia.

Kelompok Hak Asasi Manusia, B'Tselem mengatakan kamera itu mereka sediakan agar warga Palestian memiliki bukti terjadinya penyerangan.

Seorang juru bicara polisi Israel mengatakan penyelidikan kini tengah dilakukan. Namun sejauh ini belum ada yang ditahan atas kasus ini.

Konflik antara warga Palestina dan pemukim Yahudi di daerah yang diduduki di Tepi Barat telah terjadi selama lebih empat puluh tahun.

Namun konfrontasi yang terjadi setiap hari seringkali tidak tertangkap kamera.

B'Tselem membagikan seratus kamera video kecil kepada warga Palestina untuk mengabadikan kehidupan sehari-hari mereka.

Bukti penyerangan

Tanggal dan waktu yang tercatat dalam tayangan video itu menunjukkan kejadian terjadi hari Minggu sore.

Di atas satu bukit, empat pria bertopeng tengah berjalan. Mereka memegang pemukul baseball.

Di bagian kanan tayangan itu, seorang wanita Palestina berumur lima puluh delapan tahun tengah berdiri. Ia tengah menggembala kambing di dekat pemukiman Yahudi, Susia di Tepi Barat.

Dalam waktu beberapa detik, ia bersama suami dan salah seorang keponakannya dipukul. Saat pukulan pertama dilakukan, kamera wanita yang mengambil film itu terjatuh dan ia lari mencari pertolongan.

Thamam al-Nawaja dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Ia menunjukkan luka-lukannya, tulang pipi dan lengan patah.

Ia mengatakan para pemukim Yahudi itu memberi waktu sepuluh menit untuk menjauh dari tempat itu. Namun ia dan suaminya tetap berdiri di sana.

"Mereka tidak mau kami berada di lahan kami sendiri, Namun kami tidak mau pergi. Kami akan mati di sana. Tanah ini, tanah kami. Seluruh dunia menganggap pemukiman Yahudi seperti Susia, adalah ilegal, karena dibangun di kawasan yang diduduki," kata Thamam.

Serangan di dekat pemukiman itu difilmkan dengan satu dari seratus kamera video yang dibagikan oleh kelompok hak asasi Isarel kepada warga Palestina di Tepi Barat.

Oren Yakobovich Ketua Kelompok Hak Asasi Israel, B'Tselem mengatakan tayangan video itu dapat dijadikan bukti kepada polisi atau tentara Israel.

"Bila mereka memiliki kamera, mereka memiliki bukti. Selama ini mereka selalu diserang dan mencoba menghindari masalah dengan berlari. Namun kini mereka memiliki kamera yang dapat digunakan sebagai senjata," kata Yakobovich.

Kekerasan terhadap warga Palestina dan juga Israel telah berkali-kali terjadi di tempat ini. Tayangan video kekerasan terhadap warga Palestina ini merupakan sesuatu yang baru.[bbc/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Kelompok Separatis Kamerun Menculik untuk Mendapatkan Uang

Kelompok Separatis Kamerun Menculik untuk Mendapatkan Uang

Kerusuhan Lagi di Myanmar, Muslim Ketakutan

Kerusuhan Lagi di Myanmar, Muslim Ketakutan

Jelang Badai Tropis Isaias Florida Tutup Pusat Tes Covid-19

Jelang Badai Tropis Isaias Florida Tutup Pusat Tes Covid-19

Iraq dan Iran Dituduh Kirim Anak-Anak Bertempur di Suriah

Iraq dan Iran Dituduh Kirim Anak-Anak Bertempur di Suriah

Ulama dan Pemimpin Islam Dukung Turki

Ulama dan Pemimpin Islam Dukung Turki

Baca Juga

Berita Lainnya