Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Festival Doha Serukan Persatuan HAMAS—Fatah

Bagikan:

ImageHidayatullah.com–Upaya untuk menyelesaikan krisis Palestina terus dilakukan oleh kalangan dunia Islam. Presiden Palestina Mahmoud Abbas berinisiatif untuk mempertemukan Hamas dan Fatah, dua kubu utama Islam Palestina yang berseberangan, untuk sama-sama berdialog. Abbas meminta Presiden Mesir Husni Mobarak untuk memfasilitasi dialog tersebut. 

Sekretaris Jenderal Liga Arab Amrou Musa menyambut baik upaya Presiden Abbas. Dalam waktu dekat Musa akan segera mengontak para petinggi negara-negara Arab seperti Mesir, Suriah, Saudi, Yaman, Qatar, dan beberapa pihk lainnya guna ikut serta menyukseskan dialog tersebut. Demikian diberitakan surat kabar Timur Tengah terkemuka, Alhayat (7/6). 

Di ibu kota Qatar, Doha, upaya untuk mendialogkan HAMAS—Fatah pun diserukan lewat Festival Internasional Doha untuk Solidaritas Masjid al-Aqsha (Mahrajan al-Dauhah al-Duwali li Nashrah al-Masjid al-Aqsha), yang diprakarsai oleh Shaikh Eid Foundation (Mu’assasah al-Syaikh ’Id al-Khairiyyah), pada Jum’at (6/6) kemarin. 

Sebagaimana diberitakan Aljazeera, festival tersebut diselenggarakan untuk menggalang solidaritas dunia internasional atas krisis Palestina yang berkepanjangan. Raid Shaleh, Ketua Lembaga al-Aqsha untuk Pelestarian Situs-Situs Suci Islam (Mu’assasah al-Aqsha li I’mar al-Muqaddasat al-Islamiyyah), dalam pidatonya di festival itu menyerukan segera dilaksanakannya dialog antara HAMAS dan Fatah. 

”Kami merasa berbahagia dengan inisiatif Presiden Abbas yang akan menggelar dialog HAMAS—Fattah. Ismail Haniyah dari pihak Fatah juga menyambut baik inisiatif ini. Kita berharap, dialog ini dapat merekatkan dan mempersatukan dua kubu utama Palestina ini,” kata Shaleh. 

Hemat Shaleh, Palestina mustahil bisa mengatasi masalah yang datang dari luar (Israel), jika Palestina tidak bisa menyelesaikan krisis yang bergolak dari dalam dirinya sendiri. Inilah sejatinya salah satu simpul utama dari benang krisis Palestina yang berkepanjangan.  

”Bagaimana bisa kita menyelesaikan masalah-maslah yang datang dari luar, jika kita sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah dari dalam diri kita sendiri. Selesaikan dulu masalah yang terjadi di dalam diri kita, baru nanti kita selesaikan masalah yang datang dari luar. Saya yakin, dengan persatuan dan kebersamaan, masalah dari luar akan lebih mudah kita hadapi,” tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Shaikh Eid Foundation, Muhammad bin ’Eid Ali Tsani menegaskan, bahwa seluruh umat Muslim seharusnya ikut serta mempunyai tanggung jawab bersama guna menyelesaikan krisis Palestina. [jzr/hyt/atj/www.hidayatullah.comFoto:  Raid Shaleh

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Ada Pemalsuan Tes Covid-19 di Bangladesh, Tak Sebanyak yang Dilaporkan

Ada Pemalsuan Tes Covid-19 di Bangladesh, Tak Sebanyak yang Dilaporkan

Dituduh Praktek Ilmu Hitam 5 Wanita India Tewas Dibunuh Massa

Dituduh Praktek Ilmu Hitam 5 Wanita India Tewas Dibunuh Massa

Islam Agama Yang Diminati Kaum Wanita di Dunia

Islam Agama Yang Diminati Kaum Wanita di Dunia

OKI Tolak Sanksi Sepihak AS Atas Suriah

OKI Tolak Sanksi Sepihak AS Atas Suriah

Wali Kota London: Inggris Tak Seharusnya Gelar Karpet Merah pada Trump

Wali Kota London: Inggris Tak Seharusnya Gelar Karpet Merah pada Trump

Baca Juga

Berita Lainnya