Ahad, 14 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Tel Aviv: Dua Pilihan untuk Fatah, Damai dengan Israel atau Hamas

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebagaimana diilansir oleh Kantor Berita AFP, pejabat Zionis pada haris Senin (24/3) memberikan dua opsi kepada Mahmud Abbas, tetap melakukan perundingan dengan Israel atau mulai berdamai dengan Hamas.

Pernyataan ini merespon ditandatanganinya kesepakatan antara Fatah dengan Hamas pada pertemuan di Shan’a Yaman, beberapa waktu lalu, di mana kedua kelompok perjuangan tersebut sepakat untuk memulai dialog, dalam rangka mewujudkan Palestina bersatu.

Sementara pihak Zionis menegaskan, agar Abbas segera memberi keputusan antara dua opsi tersebut.

Bahkan Amus Gilad, pejabat tinggi militer Israel, ikut berkomentar tentang kesepakatan Fatah-Hamas tersebut, dengan menyatakan bahwa jika Mahmud Abbas setuju terhadap kesepakatan dengan Hamas, maka Hamas bisa menguasai Tepi Barat.

Ia juga mengatakan, “Jika Mahmud Abbas hendak melanjutkan memimpin “pasukan damai” maka, ia tidak bisa bersama-sama Hamas, yang menyeru untuk menghancurkan Israel ”.

Bahkan, siaran radio militer Israel juga menyiarkan, bahwa, kalau Fatah bekerja sama dengan Hamas, maka semua kesepakatan antara Zionis dengan Fatah akan dibekukan.

Pada perkembangan selanjutnya, pihak Fatah menyatakan pembatalan kesepakatan Shan’a, yang telah ditandatangani wakilnya Azam Ahmad dan wakil Hamas Dr. Musa Abu Marzuk. Namir Hammad, penasehat Abbas menyatakan, bahwa kesepakatan Shan’a adalah sebua kesalahan, karena Azam Ahmad, bukan merupakan pejabat Fatah yang disepakati, dan Ahmad juga tidak mengkonsultasikan pertemuan ini dengan Mahmud Abbas. Ia juga menyatakan, bahwa adanya utusan Fatah di kesepakatan itu, adalah dalam rangka pengembalian kondisi, sebelum Juni 2007, dimana Ghaza masih dikuasai Fatah, bukan kesepakatan untuk memulai dialog.

Beberapa pihak memang menilai bahwa Fatah memiliki dua kubu, pertama, adalah mereka yang masih memiliki komitmen untuk mengusir Israel, sedangkan yang kedua adalah mereka yang memilih perundingan, yang dipimpin oleh Mahmud Abbas. Hal ini pernah disampaikan oleh beberapa tokoh Hamas, seperti Dr. Mahmud Shiam, dan Syaikh Abu Bakar Al Awawidah, pada www.hidayatullah.com beberapa waktu yang lalu.

Dan sampai saat ini kelompok Abbas masih memilih perundingan, walau barkali-kali perundingan itu gagal dan, berkali-kali pula ia mengutarakan kekecewaannya, karena Israel melanggar perjanjian. [Al Mafkarah Al Islam/thoriq/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

PRT Indonesia Bakar Kemaluan Batita Saudi

PRT Indonesia Bakar Kemaluan Batita Saudi

PM Selandia Baru Menjanjikan Pertanggungjawaban Bagi Para Korban di Christchurch Jelang Laporan Komisi Kerajaan

PM Selandia Baru Menjanjikan Pertanggungjawaban Bagi Para Korban di Christchurch Jelang Laporan Komisi Kerajaan

Dokter Malaysia Ini Puji Akhlak Pasien Anggota Jamaah Tabligh

Dokter Malaysia Ini Puji Akhlak Pasien Anggota Jamaah Tabligh

Turki Kirim 1000 Ton Bantuan Permulaan ke Rohingya

Turki Kirim 1000 Ton Bantuan Permulaan ke Rohingya

Zakir Naik Berharap UMNO dan PAS Saling Bekerja Sama

Zakir Naik Berharap UMNO dan PAS Saling Bekerja Sama

Baca Juga

Berita Lainnya