Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Basra Boikot Tentara Inggris

Bagikan:

Jumat, 23 September  2005

Hidayatullah.com–Kerja sama akan dilanjutkan setelah kedua tentara itu diserahkan untuk diadili di Iraq. "Semua pertemuan rutin antara gubernuran dan pasukan Inggris akan ditunda. Dan, kami tak mengizinkan tentara Inggris masuk ke gedung pemerintahan atau perkantoran publik di Basra," tegas Juru Bicara Gubernuran Nadim al-Jabiri kemarin. Basra juga menuntut permintaan maaf serta kompensasi.

Ketua Dewan Provinsi Mohammad Saadun al-Abidi membenarkan adanya keputusan itu. Selama ini, pasukan berkekuatan 8.500 tentara tersebut diberi tanggung jawab menangani keamanan di Basra.

Namun, Perdana Menteri Ibrahim Jaafari menyatakan, insiden di Basra itu bukanlah "masalah yang tak bisa diselesaikan" dalam hubungan yang baik antara dua negara. Pejabat Iraq yang baru kembali dari London tersebut menyatakan, tim gabungan Inggris dan Iraq akan dibentuk untuk menyelidiki insiden itu.

Apa tanggapan Inggris? "Kami memperhatikan laporan boikot itu. Tapi, kami sedang menunggu untuk memperjelas kasus ini dan berbuat sesuai rencana," jelas Mayor Steve Melbourne, juru bicara tentara Inggris.

Tentara Inggris sendiri mengurangi kehadiran mereka di jalanan. Insiden itu meletus ketika dua tentara Inggris ditangkap polisi Iraq. Keduanya ditangkap saat menyamar menggunakan pakaian Arab dan dituduh menembaki patroli yang menewaskan seorang polisi Iraq. (afp)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Ratusan Orang di Pakistan Meninggal akibat Gelombang Panas

Ratusan Orang di Pakistan Meninggal akibat Gelombang Panas

Fitnah Sebar Racun, PM Tunisia Perintahkan Penutupan Puluhan Masjid

Fitnah Sebar Racun, PM Tunisia Perintahkan Penutupan Puluhan Masjid

Tidak Laku Penari Perut Mesir Salahkan Pemerintah Islam

Tidak Laku Penari Perut Mesir Salahkan Pemerintah Islam

Pemerintah Myanmar Bantah Adanya Kematian Rohingya

Pemerintah Myanmar Bantah Adanya Kematian Rohingya

Presiden Libanon: Hizbullah Mengancam Kedaulatan Negara

Presiden Libanon: Hizbullah Mengancam Kedaulatan Negara

Baca Juga

Berita Lainnya