Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Rabi Yahudi Anggap Katrina Hukuman Tuhan

Bagikan:

Kamis, 8 September  2005

Hidayatullah.com—Kecewa penarikan Israel dari Gaza, seorang rabi terkenal Yahudi, Rabi Ovadia Yosef, menyebut bencana Katrina merupakan hukuman Tuhan bagi Presiden George W. Bush karena mendukung penarikan Israel dari Gaza. "Ini balasan Tuhan. Tuhan tidak mengurangi hak seseorang," kata mantan kepala rabi Israel dan pemimpin spiritual kelompok ultraortodoks, Shas, dalam khotbah mingguan Selasa lalu.

Komentarnya itu ditayangkan kemarin di website Israel, Y-net. Tokoh Shas, Tzvika Yaacobson, tidak menampik komentar Ovadia tersebut. Namun, dia menyebut komentar itu dikutip di luar konteks.

Menurut Y-net, Ovadia juga mengatakan bahwa bencana alam akhir-akhir ini disebabkan tak ada orang yang belajar Taurat. Korban Katrina menderita karena "mereka tak bertuhan."

"Dia (Bush) melaksanakan penggusuran (Yahudi dari Gaza). Sekarang setiap orang marah padanya. Ini adalah hukuman atas apa yang dia lakukan terhadap (permukiman) Gush Katif. Setiap orang yang telah melakukan apa yang dia katakan, waktu mereka akan tiba," kata Ovadia.

Abaikan Amerika

Sementara itu, meski Amerika masih diliputi kesedihan karena musibah Katrina, kalangan politik justu sibuk cekcok. Kritikan mulai datang pemerintahan Presiden George W. Bush. Direktur Badan Manajemen Darurat Federal Michael Brown, yang paling dianggap bertanggungjawab soal musibah mulai dituntut mundur.

Senator Hillary Rodham, istri mantan Presiden Bill Clinton juga menuduh pemerintah AS mengabaikan kebutuhan di dalam negeri. "Kita butuh rakyat Amerika diutamakan. Kita butuh memberi perhatian untuk memperbaiki infrastruktur. Kita butuh prioritas belanja untuk melindungi negeri kita," kata Hillary lewat program Good Morning America televisi ABC kemarin. (rtr/afp/ap/jp)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pekerja Konstruksi China Diculik di Nigeria

Pekerja Konstruksi China Diculik di Nigeria

Universitas Umm Al-Qura Daftarkan 40 Paten di Amerika

Universitas Umm Al-Qura Daftarkan 40 Paten di Amerika

Warga Moldova Berunjuk Rasa Menuntut Reunifikasi dengan Rumania

Warga Moldova Berunjuk Rasa Menuntut Reunifikasi dengan Rumania

Turki Buka Peluang Mitra Bisnis untuk Palestina

Turki Buka Peluang Mitra Bisnis untuk Palestina

Pengadilan Khusus Keluarga di Saudi Beroperasi Mulai Agustus

Pengadilan Khusus Keluarga di Saudi Beroperasi Mulai Agustus

Baca Juga

Berita Lainnya