Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Australia Mulai Usik Jilbab

Bagikan:

Senin, 29 Agustus 2005,

 

Hidayatullah.com—Anggota parlemen terkemuka dan mantan anggota kabinet Bronwyn Bishop menyikapi wacana pelarangan itu kemarin. "Dalam masyarakat yang ideal, Anda tidak melarang apa pun. Namun, kami sangat terpaksa melakukan ini semua karena apa yang terjadi di negara kami merupakan konflik budaya. Dalam hal ini, jilbab digunakan sebagai salah satu simbol pertentangan," kata Bronwyn Bishop, seperti disiarkan saluran televisi Seven Network.

Menurut anggota parlemen dari Partai Liberal -yang memerintah- itu, muslimah yang bersekolah di sekolah-sekolah Islam tetap diperbolehkan mengenakan jilbab sebagai seragam mereka serta dalam kehidupan pribadi.

Sepekan sebelumnya, Sophie Panopoulos, anggota parlemen dari Partai Liberal, menyatakan kekhawatirannya atas foto identitas sejumlah muslimah yang tidak memperlihatkan wajah.

Ketua Asosiasi Wanita Muslim Australia Maha Krayem Abdo menanggapi hal itu. Dia menyatakan bahwa mengenakan jilbab merupakan hak muslimah. Abdo juga mengatakan, para muslimah yang bersekolah di sekolah apa pun tidak selayaknya dilarang mengenakan jilbab. "Saya rasa, Australia adalah salah satu negara di dunia yang menerapkan keadilan dalam masyarakat. Jadi, jilbab bukanlah alasan untuk mengingkari hal tersebut," katanya.

Namun, Menteri Pendidikan Australia Brendan Nelson mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia mendukung rencana tersebut. Beberapa hari lalu, Nelson juga mengatakan bahwa usul tersebut akan gugur sebelum sampai ke meja parlemen. Dia menyatakan, Australia tidak akan mengikuti jejak parlemen Prancis yang meluluskan pelarangan mengenakan jilbab bagi muslimah. (ap/jp/hid)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Tidak Kapok, TEPCO Bangun Reaktor Nuklir di Aomori Serupa Fukushima

Tidak Kapok, TEPCO Bangun Reaktor Nuklir di Aomori Serupa Fukushima

Ketahuan Pesta di Kelab Malam Semasa Status Darurat Covid, Sejumlah Pejabat Tinggi Jepang Mengundurkan Diri

Ketahuan Pesta di Kelab Malam Semasa Status Darurat Covid, Sejumlah Pejabat Tinggi Jepang Mengundurkan Diri

Mahasiswa Berusia 27 Tahun Didakwa Penembakan Jamaah Shalat di Masjid Quebec

Mahasiswa Berusia 27 Tahun Didakwa Penembakan Jamaah Shalat di Masjid Quebec

Kepala Intelijen AU Suriah Dibunuh Stafnya

Kepala Intelijen AU Suriah Dibunuh Stafnya

Pelajar Dapchi yang Diculik Dibebaskan di Nigeria

Pelajar Dapchi yang Diculik Dibebaskan di Nigeria

Baca Juga

Berita Lainnya