Rabu, 3 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Rezim Militer Baru Mauritania Bebaskan 20 Aktivis Islam

Bagikan:

Kamis, 25 Agustus 2005


Hidayatullah.com–
Dewan Militer baru yang memerintah Mauritania telah membebaskan kurang lebih 20 aktivis Islamis yang telah dipenjara oleh presiden yang baru saja digulingkan. Khalayak yang bergembira-ria menyambut pembebasan para tahanan itu, yang dilakukan empat hari setelah perwira-perwira militer menggulingkan presiden Maaouiya Ould Sid Ahmed Taya.

Para pengecam mengatakan Presiden Taya memenjara para aktivis Islamis itu untuk melumpuhkan mereka yang tidak sejalan dengannya.

Sementara itu, pemimpin kudeta Ely Ould Mohamed Vall menunjuk Sidi Mohamed Ould Boubacar sebagai perdana menteri baru. Ia menggantikan Sghair Ould M’Bareck, yang hari ini meletakkan jabatan.

Dewan Militer baru itu telah berjanji akan mengadakan pemilihan anggota legislative dalam waktu dua tahun. Dalam wawancara dengan VOA, orang kedua dalam dewan itu, Mohammed Ould Abdul Aziz, berjanji pemilihan itu akan dilangsungkan secara bebas dan adil.

Ia juga mengatakan mereka yang mengecam kudeta itu, termasuk Amerika Serikat, akan melihat perbaikan dalam demokrasi yang dilakukan oleh rejim itu. (voa/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

AS Diduga Terlibat dengan Mubarak Curangi Ikhwanul Muslimin

AS Diduga Terlibat dengan Mubarak Curangi Ikhwanul Muslimin

Demonstrasi dan Penggeledahan di Mana-mana

Demonstrasi dan Penggeledahan di Mana-mana

Rusia-Israel Jalani Latihan untuk Koordinasi Penerbangan di Suriah

Rusia-Israel Jalani Latihan untuk Koordinasi Penerbangan di Suriah

Pimpinan Baru Interpol dari Korea Selatan

Pimpinan Baru Interpol dari Korea Selatan

Jepang: 70 Orang Lagi Terinfeksi Coronavirus di Kapal Pesiar Diamond Princess

Jepang: 70 Orang Lagi Terinfeksi Coronavirus di Kapal Pesiar Diamond Princess

Baca Juga

Berita Lainnya