Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Sekutu Utama Amerika Meninggal Dunia

Bagikan:

Selasa, 2 Agustus 2005

Hidayatullah.com– Raja Fahd bin Abdul Aziz al Saud dari Arab Saudi meninggal dunia di usia 84 tahun. Raja Fahd meninggal kemarin pagi di King Faisal Specialist Hospital, Riyadh, kemarin pagi setelah lama bergulat dengan penyakit.

Raja Fahd, menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.30 kemarin (06.30 WIB) karena pneumonia akut. Dia dirawat di rumah sakit sejak Mei lalu.

Rencananya, jenazah Raja Fahd dimakamkan besok. Stasiun televisi negara Arab Saudi mengumumkan Putra Mahkota Pangeran Abdullah dinyatakan sebagai penerus Raja Fahd.

Lahir 1923, Fahd Raja Fahd mulai berkuasa pada tahun 1982 setelah menjadi putra mahkota selama 7 tahun. Ia menggantikan kakaknya, Raja Khaled, yang berkuasa pada 1975-1982. Namun, secara de facto, Fahd menjalankan pemerintahan sejak 1975, karena Raja Khaled sakit-sakitan sejak dilantik.

Di bawah kepemimpinannya, Saudi mengalami dua Perang Teluk. Sebagai raja, kekuasaannya dikenal absolut atas negara pengahasil minyak terbesar dunia. Sebagai raja, dia juga secara otomatis berwenang sebagai penjaga dua masjid suci umat Islam di Mekah dan Madina.

Selama ini, Raja Fahd telah dianggap sukses membawa Saudi sebagai negara petrodolar. Dia dianggap berhasil menjaga hubungan dengan negara-negara Islam. Namun di sisi lain, dia banyak dikecam karena telah menjadi sekutu utama AS di Timur Tengah. Tahun 1990, dia mengizinkan AS mengirim pasukan ke Tanah Suci. (Cha, berbagai sumber)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Rwanda Akan Jual Gas Metana dari “Danau Pembunuh” ke Rakyat

Rwanda Akan Jual Gas Metana dari “Danau Pembunuh” ke Rakyat

Musim Haji Usai Tarif Hotel di Makkah Turun 60%

Musim Haji Usai Tarif Hotel di Makkah Turun 60%

Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat untuk Respon Kekejaman Penjajah Zionis

Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat untuk Respon Kekejaman Penjajah Zionis

1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya

1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya

Terbaring di Rumah Sakit Diktator Peru Fujimori Minta Maaf

Terbaring di Rumah Sakit Diktator Peru Fujimori Minta Maaf

Baca Juga

Berita Lainnya