Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pejabat Italia Minta Orang Islam Diusir Dari Negara Itu

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Seorang pejabat tinggi Italia mengklaim bahwa seluruh umat Islam adalah kaum yang buruk. Seperti dilaporkan kantor berita IRNA, Mantan Deputi Menteri Dalam Negeri Italia, Carlo Taormina, yang saat ini menjabat sebagai anggota parlemen Italia, mengklaim bahwa orang-orang Islam adalah teroris atau pihak yang mendukung teroris.

Taormina yang merupakan anggota Partai Forza Italia pimpinan PM Silvio Berlusconi itu, menuntut pengusiran orang-orang muslim dari negara itu.

Klaim-klaim anti Islam itu dikemukakan oleh Taormina tanpa menelaah kembali bahwa orang-orang Eropa pada era perang dunia II telah membantai jutaan orang tak berdosa. Selain itu, orang-orang Eropa juga menjadi pelaku aksi pembantaian terhadap puluhan ribu warga muslim Bosnia dan Herzegovina. Sejumlah pejabat Eropa menuduh orang-orang muslim sebagai pelaku aksi peledakan di Madrid dan London, tanpa memberikan bukti-bukti kongkret.

Tangkapi Orang Islam

Polisi Italia mengatakan Sabtu (9/7) polisi telah menggulung 142 tersangka dalam operasi keamanan besar-besaran di daerah Lombardy di Italia utara dalam 48 jam sejak pemboman di London.

Operasi itu, yang melibatkan 2.000 polisi Carabinieri, dimulai di dan sekitar daerah Milan tak lama setelah serangan di London, yang diklaim oleh al-Qaidah.

Polisi mengatakan 83 dari mereka yang ditangkap adalah imigran gelap, yang mana 52 di antara mereka telah diberi perintah pengusiran.

Komandan Carabienieri Lombardy, Jenderal Antonio Girone, mengatakan pasukan keamanan dipusatkan di Milan, ibukota bisnis Italia, karena `itu (Milan) merupakan kemungkinan sasaran utama kemungkinan aksi teroris`.

Menteri Pembaruan Roberto Calderoli menyambut baik penangkapan itu, dan mengatakan kejadian belum lama ini di London `menunjukkan perlunya turun tangan dengan segera untuk mencegah dan melumpuhkan setiap usaha serangan teroris di wilayah kami`.  

Italia merupakan salah satu negeri yang ikut mendukung penyerangan di Iraq bersama Amerika. Sebelumnya, negeri ini juga dikenal tidak begitu ramah dengan Islam. (irna/ant/hid)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Di Usia 73 Tahun Wanita Zambia Raih Gelar MBA

Di Usia 73 Tahun Wanita Zambia Raih Gelar MBA

Perundingan Damai Suriah ke-6 Kembali Digelar di Jenewa

Perundingan Damai Suriah ke-6 Kembali Digelar di Jenewa

Prancis Kurangi Jumlah Diplomatnya di Teheran

Prancis Kurangi Jumlah Diplomatnya di Teheran

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Badan Waqaf Tuntut Kepemilikan Taj Mahal

Badan Waqaf Tuntut Kepemilikan Taj Mahal

Baca Juga

Berita Lainnya