Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Internasional

Bentrok Warga Palestina Dan Yahudi Di Luar Masjidil Aqsa

Bagikan:

Hidayatullah.com–Polisi Israel membubarkan warga Palestina yang melemparkan batu ke arah warga Yahudi di luar Masjidil Aqsa Senin (6/6) selama peringatan pencaplokan ke-38 atas Jerusalem Timur oleh Israel. Polisi menembakkan granat bius saat memasuki daerah yang dikenal warga Muslim sebagai al-Haram al-Sharif itu. Setelah berhasil memulihkan keadaan, polisi ke luar dari lokasi itu.

Jurubicara polisi Jerusalem Shmuel Ben-Ruby mengatakan warga Palestina melemparkan batu ke arah kelompok Yahudi yang berziarah ke kompleks tersebut pada ‘Hari Jerusalem,’ yang menandai pencaplokan Jerusalem Timur oleh tentara Zionis Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

Dua warga Yahudi mengalami cedera ringan dan satu warga Palestina ditahan, tambah Ben-Ruby. Radio Israel mengatakan ulama Islam setempat menyerukan para warga untuk tidak berbuat anarki ketika ratusan warga Palestina yang meneriakkan yel-yel berhadapan dengan polisi dan melambai-lambaikan bendera Islam berwarna hijau di luar Masjidil Aqsa.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang mengomentari insiden itu, mengatakan kepada para wartawan di Tepi Barat bahwa lawatan oleh warga Yahudi sayap kanan ke tempat suci itu, satu dari lokasi paling peka secara politis di Jerusalem, dapat menimbulkan ‘akibat yang mengerikan.’

Para peziarah Yahudi secara rutin melakukan kunjungan ke kompleks tersebut, namun pihak berwenang Israel tidak mengizinkan mereka bersembahyang di tempat itu, memasuki Masjidil Aqsa atau mengadakan demonstrasi politik karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan warga Muslim.

Setelah terjadi aksi kemarahan di tempat suci itu, sebuah organisasi radikal Yahudi memasuki lokasi tersebut namun berhenti sekitar 50 meter dekat pintu gerbang untuk menghindari konfrontasi dengan polisi. Sambil membawa beberapa spanduk, mereka yang berjumlah sekitar 50 orang itu menyanyikan lagu kebangsaan Israel sebelum membubarkan diri.

Warga Yahudi itu juga menganjurkan pembangunan kuil Yahudi yang baru menggantikan Masjidil Aqsa dan menunjukkan penentangan mereka terhadap rencana PM Ariel Sharon mengevakuasi 21 permukiman Yahudi di Gaza dan empat dari 120 permukiman di Tepi Barat yang dimulai pertengahan Agustus.

Di Jalur Gaza, seorang jurubicara kelompok Jihad Islam mengatakan tindakan apapun yang akan merusakkan Masjidil Aqsa akan menghadapi ‘serangan jihad, peluncuran roket, infiltrasi dan pengeboman.’ Aksi perlawanan Palestina pecah pada September 2000 setelah Sharon, pemimpin oposisi Israel saat itu, melakukan kunjungan ke tempat suci itu. Aksi kekerasan mereda sejak Abbas dan Sharon menyatakan gencatan senjata Februari lalu. Rakyat Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan yang akan mereka dirikan di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Israel menganggap Jerusalem sebagai ibukota yang tidak dapat dibagi dua. (ant/rtr)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Skandal Vatikan, Pembantu Paus Resmi Tersangka

Skandal Vatikan, Pembantu Paus Resmi Tersangka

Parlemen Inggris Garap UU Anti-Produk Israel

Parlemen Inggris Garap UU Anti-Produk Israel

Ribuan Muslimah Tunisia Tolak Proposal Kesetaraan Gender dan LGBT

Ribuan Muslimah Tunisia Tolak Proposal Kesetaraan Gender dan LGBT

Dua Wanita Turki Ditangkap karena Mendesak Seorang Pria Bunuh Diri

Dua Wanita Turki Ditangkap karena Mendesak Seorang Pria Bunuh Diri

Pemimpin Baru Pegida Kembali Mengundurkan Diri

Pemimpin Baru Pegida Kembali Mengundurkan Diri

Baca Juga

Berita Lainnya