Ahad, 28 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Ulama Thailand Minta Pemerintah Dengar Suara Muslim

Bagikan:

Hidayatullah.com–“Saya kira siapapun yang memimpin tim khusus untuk menyelesaikan masalah kekerasan ini harus mendengarkan opini semua orang, bukan hanya sekelompok tertentu saja,” kata Needaer Wabah, kata ketua sekolah-sekolah swasta Islam Selatan Sabtu (9/10).

Wabah menambahkan masyarakat di selatan menginginkan tim khusus seperti itu pemimpinya harus tulus, bertanggung jawab dan adil dalam melaksanakan tugasnya sampai tuntas.

Himbauan disampaikan Wabah sehubungan dengan penunjukan Jenderal Sirichai Thanyasiri oleh PM Thaksin Shinawatra sebagai ketua yang baru untuk tim khusus yang ditugaskan meneyelesaikan persoalan kekerasan di provinsi-provinsi selatan. Pos tersebut sebelumnya dipercayakan kepada Deputi PM Jenderal Chavalit Yongchaiyudh.

Kekerasan antara kaum Muslim dengan aparat keamanan Thailand sejak awal tahun ini sudah menyebabkan sedikitnya 300 orang tewas. Sedangkan Prasit Meksuwan, ketua Jaringan Pengembangan Profesi Guru Thailand, mengatakan siapa yang menjadi ketua tim itu bukanlah hal penting.

“Lebih penting jika kepala tim itu mengambil pendekatan-pendekatan secara damai untuk menyelesaikan konfliknya. Dia harus tahu bagaimana memanfaatkan kekuatan sosial dan keagamaan setempat dan menghormati keragaman buyada di wilayah itu,” kata Prasit.

PM Thaksin Rabu lalu mengganti menteri pertahanan dan menteri pertaniannya dalam langkah mengatasi pemberontakan separatis di selatan dan flu burung.

Jenderal Chetta Thanajaro kehilangan jabatannya sebagai Menteri Pertahanan kurang dari tujuh bulan setelah penunjukannya pada jabatan itu. Dia dinilai bertanggung jawab atas berlanjutnya kekerasan terhadap kaum muslim di selatan negeri ini dan sudah menyebabkan tewas 315 orang.

Jabatan Menhan kini dipercayakan kepada Sumpan Boonyanun setelah diungkapkan bahwa PM Thaksin menolak untuk merangkap jabatan tersebut.

Somsak Thepsuthin dipindahkan dari pos Menteri Pertanian menjadi salah satu Deputi PM sejalan dengan upaya keras Bangkok untuk menanggulangi wabah flu burung yang tahun ini telah meminta korban 11 orang tewas.

Deputi PM Wan Muhamad Noor Matha, tokoh Muslim yang Maret tahun ini diberhentikan sebagai menteri dalam negeri dipindahkan ke pos menteri pertanian.

Penyusunan ulang kabinet terakhir merupakan yang ke-10 dilakukan Thaksin sejak dia mendapat kekuasaan tahun 2001 dan dilaksanakan beberapa bulan menjelang pemilu yang dijadwalkan akan dilakukan Februari mendatang.

Dalam 10 kali susun ulang kabinet itu, seluruhnya ada tiga menteri dipecat, enam dipindahkan posnya dan tiga wajah baru masuk kabinet. Pergantian dan pencopotan itu mempengaruhi 12 kementerian dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Penyusunan kabinet terakhir pun dilaksanakan setelah Raja Bhumibol Adulyadej memberikan restunya Selasa lalu. (ant)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Puluhan Ribu Rakyat AS Unjuk Rasa Tolak Serangan ke Irak

Puluhan Ribu Rakyat AS Unjuk Rasa Tolak Serangan ke Irak

Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Presiden Sudan akan Bebaskan Semua Tahanan Politik

Presiden Sudan akan Bebaskan Semua Tahanan Politik

Rusun di London Dilalap Api: Gedungnya Bekas, Pernah Diperingatkan Beresiko Kebakaran

Rusun di London Dilalap Api: Gedungnya Bekas, Pernah Diperingatkan Beresiko Kebakaran

Israel Berdalih Tak Cukup Bukti Menjerat Pembakar Keluarga Dawabisyah

Israel Berdalih Tak Cukup Bukti Menjerat Pembakar Keluarga Dawabisyah

Baca Juga

Berita Lainnya