Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bush Copot Jenderal dan Hancurkan Abu Gharib

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kuatir citra buruknya dalam sekandal pelecehan dan penyiksaan di penjara Abu Gharib semakin menambah anti pati dunia internasional, pemerintah AS bertindak tegas dengan cara melakukan pemecatan beberapa orang penting di tubuh militernya.

Pentagon kemarin memutuskan membebastugaskan Brigjen Janis Karpinski, komandan Brigade Polisi Militer Ke-800 dan penanggung jawab penjara Abu Ghraib. Sedangkan Komandan Pasukan AS di Iraq Letjen Ricardo Sanchez juga akan segera diganti secepatnya.

Mengutip pejabat militer AS, koran The Washington Post bahwa Karpinski dibebastugaskan sambil menunggu hasil penyelidikan atas skandal penyiksaan tahanan di Abu Ghraib. “Tapi, pembebastugasan itu jangan dilihat sebagai hukuman. Keduanya sama sekali tak terkait,” kilah pejabat militer yang tak mau disebutkan namanya itu.

Menurut dia, meski dibebastugaskan, bukan berarti Brigjen Karpinski diberhentikan dari komandonya. Secara teknis dia masih bisa menduduki jabatannya kembali meski kemarahan internasional atas skandal Abu Ghraib menjadikannya sangat tidak mungkin.

Jubir AD AS Kolonel Pamela Hart memang membenarkan pencopotan Kapinski. Dikatakan, Karpinski akan dipindahkan ke unit tentara cadangan lainnya.

Presiden AS George Walker Bush berjanji akan meruntuhkan penjara Abu Ghraib yang merupakan simbol penyiksaan di masa Saddam Hussein dan simbol perilaku memalukan sejumlah tentara AS. Bush juga mengajukan lima langkah bagi masa depan Irak yang mencakup pengalihan kedaulatan, pemulihan stabilitas keamanan, pembangunan infrastruktur Irak, dukungan internasional, dan penyelenggaraan pemilu.

Selain itu, dalam kesempatan lain, Bush mengatakan, bahwa AS akan segera menghapus penjara Abu Gharib yang telah menjadi perhatian dunia dalam beberapa minggu ini. Pidato Bush yang disiarkan secara nasional, Senin (24/5), di US Army War College, Carlisle, khusus memaparkan persoalan masa depan Iraq. “Di bawah kepemimpinan diktator, penjara seperti Abu Ghraib merupakan simbol kematian dan penyiksaan. Penjara yang sama juga menjadi simbol perilaku memalukan yang dilakukan sejumlah tentara Amerika yang telah mencemarkan negara kita dan mengabaikan nilai-nilai yang kita anut,” kata Bush.

Ia berjanji, setelah membangun sebuah penjara yang modern di Baghdad dan atas izin rakyat Iraq, “Kita akan menghancurkan penjara Abu Ghraib. (Upaya itu) akan menjadi simbol lembaran baru di Iraq.”

Langkah Bush ini, setidaknya sebagai upaya mencari simpati dunia terutama Iraq untuk menunjukkan bahwa AS adalah penjaga perdamaian dunia dan Iraq. (ap/afp/rtr)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ribuan Warga Turki Turun Aksi Bela Uighur dan Ozil

Ribuan Warga Turki Turun Aksi Bela Uighur dan Ozil

WHO: Virus MERS Parah Tapi Belum Darurat

WHO: Virus MERS Parah Tapi Belum Darurat

Dewan Konstitusi Prancis Jegal UU Genosida Armenia

Dewan Konstitusi Prancis Jegal UU Genosida Armenia

Kenya Punya Lembaga Manajemen Kanker, Tapi Pegawai Satu Pun Tak Ada

Kenya Punya Lembaga Manajemen Kanker, Tapi Pegawai Satu Pun Tak Ada

Muslim Fiji Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Muslim Fiji Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Baca Juga

Berita Lainnya