Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Usulan UU Pengawasan Masjid Di Itali

Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota partai dari pemerintah koalisi pimpinan Perdana Menteri Itali Silvio Berlusconi kemarin mengusulkan rencananya agar pemerintahan Itali membuat sebuah undang-undang yang berisi pengawasan ketat terhadap segala kegiatan masjid kaum muslim.

Seorang anggota Northern League (LN), Federico Bricolo, mengusulankan undang-undang itu sebagai cara mengawasi masjid karena tempat ibadah itu berpotensi membenci Barat. Bricolo menuduh, akta yang diusulkan itu perlu didukung guna mencegah ‘terorisme Islam’, ujarnya dikutip The Guardian, Kamis (25/4) kemarin.

“Masjid di Itali bukan sekadar tempat ibadah tetapi juga menjadi pusat latihan teroris dan menyebarkan propaganda membenci Barat,” tuduh Bricolo.

“Serangan di Madrid menunjukkan betapa bahaya terorisme Islam, yang perlu kita tangani dalam negara ini juga,” tuduh Bricolo.

Pengurus Persatuan Kebudayaan Islam Milan, Mahmmoud Asfa, menganggap usulan Northern League (LN) itu bukanlah perkara baru bagi umat Islam Itali yang menurutnya terkenal dengan retorika anti orang asing.

Partai ekstremis itu menurut Asfa bahkan pernah berkampanye supaya semua warga asing diusir, termasuk warga muslim di Itali.

Hingga kini, jumlah warga muslim Itali dikabarkan telah mencapai 1 juta orang yang hidup menyebar di seluruh negara itu. Dan merupakan agama kedua terbesar di Itali setelah agama Kristen.

Beberapa tahun lalu, koran Itali, La Stampa dan La Repubblica pernah memuat berbagai sikap tidak ramah pemerintah negara itu yang melarang muslimah memakai jilbab.

Bulan September 2001, Perdana Menteri Itali Silvio Berlusconi dikabarkan mengucapkan pernyataan yang bernada menghasut dan membakar sikap anti-Islam dengan mengatakan peradaban Islam lebih rendah dari Barat.

Pada suatu konferensi pers di Berlin, Berlusconi pernah mengatakan, “Kita harus sadar akan keunggulan dari peradaban kita, suatu sistem yang telah menjamin kesejahteraan, rasa hormat akan hak azasi manusia -yang teramat kontras dengan negara-negara Islam– menghormati hak politis dan religius, suatu sistem yang mempunyai pemahaman nilai-nilai keaneka ragaman dan toleransi nya.” (tg/hid/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tinggalkan Dolar, Perdagangan India-UEA Pakai Mata Uang Lokal

Tinggalkan Dolar, Perdagangan India-UEA Pakai Mata Uang Lokal

Kedai di Jerman Diserbu 4 Ribu Peminat Burger 1 Sen

Kedai di Jerman Diserbu 4 Ribu Peminat Burger 1 Sen

Mesir Bantah Berita Penutupan pintu Rafah

Mesir Bantah Berita Penutupan pintu Rafah

Warga Jerman Protes Kebijakan Pembatasan Semasa Pandemi Covid-19

Warga Jerman Protes Kebijakan Pembatasan Semasa Pandemi Covid-19

Pimpinan Gereja Jehovah’s Witnesses Divonis Bersalah atas 8 Kejahatan Seksual

Pimpinan Gereja Jehovah’s Witnesses Divonis Bersalah atas 8 Kejahatan Seksual

Baca Juga

Berita Lainnya