Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lebih 10 Ribu Korban Warga Sipil di Iraq

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menurut koran itu, konflik yang masih berlaku di Iraq adalah yang paling berbahaya yang pernah dilancarkan oleh negara Barat sejak Perang Vietnam lebih 30 tahun lalu.

Sebahagian besar dari lebih 10 ribu warga sipil yang terbunuh di Iraq itu terdiri dari wanita dan anak-anak.

Statistik tersebut dikumpulkan oleh Iraq Body Count (IBC) sebuah lembaga nirlaba yang mendaftarkan kematian penduduk sipil Iraq akibat serangan keji AS tersebut.

Menurut The Independent, IBC melaksanakan tugas mereka untuk memastikan setiap kematian penduduk Iraq akibat serangan AS.

Catatan kematian warga sipil itu dibuat karena tidak ada laporan seperti itu yang pernah dilakukan oleh pihak tentera AS, Inggris ataupun pihak berkuasa sementara di Iraq.

IBC menegaskan bahwa angka kematian tersebut hanya dicatatkan oleh mereka dalam catatan resmi saat berita kematian tersebut disiarkan oleh sekurang-kurangnya dua buah media.

Seorang pengurus IBC, John Sloboda mengatakan, pihaknya sedang berusaha menarik perhatian masyarakat internasional guna mendukung sebuah pengadilan untuk mencatat jumlah korban, termasuk sebab-sebab kematian korban.

“Kami juga berharap tribunal itu dapat membela kematian korban dan menuntut hak untuk keluarga korban yang terbunuh akibat serang tersebut,” kata Sloboda.

Desakannya itu turut didukung oleh anggota Parlemen partai Buruh, Bob Marshall Andrews. (ip)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ilmuwan AS Mengaku Jadi Mata-Mata Israel

Ilmuwan AS Mengaku Jadi Mata-Mata Israel

Washington: Dana Pengungsi Palestina $65 Juta Ditahan Bukan untuk Menghukum

Washington: Dana Pengungsi Palestina $65 Juta Ditahan Bukan untuk Menghukum

Makkah Bersih-Bersih Jelang Ramadhan

Makkah Bersih-Bersih Jelang Ramadhan

Taksi Online Uber Injak Rem di Denmark

Taksi Online Uber Injak Rem di Denmark

Hitachi Tunda Proyek Pembangkit Nuklir di Inggris

Hitachi Tunda Proyek Pembangkit Nuklir di Inggris

Baca Juga

Berita Lainnya