Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Wanita Tuli dan Bisu Jadi Korban Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kejadian memilukan itu terjadi diduga karena wanita yang bernama Halima Rajeh itu tidak dapat mendengar dan merespons teriakan tentara Israel yang memperingatkannya.

Untungnya, nyawa Halima Rajeh Bari selamat. Menurut saksi mata, dia hanya luka-luka usai pasukan Negeri Zionis itu melepaskan tembakan ke arahnya di dekat Desa Saniria, timur Qalqilya. Saat itu wanita 38 tahun itu sedang menuju rumah kaca dekat pemukiman Yahudi di Shaari Tikva. Dia dibawa ke sebuah rumah sakit Israel.

Jubir militer Israel menyatakan, wanita itu melanggar jam malam di Saniria. Itu diberlakukan untuk mencegah masuknya pelaku bom bunuh diri ke Israel. Karena itu, tentara berteriak kepada Bari dan memintanya kembali pulang. Setelah itu, mereka melepaskan tembakan peringatan ke arahnya. Sebelum dievakuasi ke rumah sakit, wanita itu mendapat pertolongan pertama dari pasukan Israel.

Sementara itu, di Ramallah keluarga para tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israeli mengganggu sidang kabinet di Tepi Barat, kemarin. Mereka meminta Otoritas Palestina segera bertindak guna menjamin kebebasan keluarga mereka yang ditahan.

Sekitar 150 orang berkumpul di depan markas pemerintah Palestina di Ramallah. Mereka mengancam akan menyerbu bangunan itu saat Perdana Menteri Ahmed Qorei mengadakan pertemuan dengan para menterinya.

Menteri Urusan Tahanan, Hisham Abdelrazzek, kemudian meninggalkan rapat dan menemui para demonstran. Namun, mereka ingin Qorei menemui mereka. PM Palestina itu pun akhirnya keluar dan mengatakan kepada demonstran bahwa masalah tahanan salah satu prioritas utama pemerintahannya.

Namun, pernyataannya itu disela para pendemo. “Kami tak hanya menginginkan kata-kata. Kami ingin tindakan,” tuntut mereka.

Di Israel Utara, sekitar 250 tahanan Palestina memulai hari pertama aksi mogok makan untuk memprotes peraturan restriktif baru di penjara Ramle. Hal itu diungkapkan Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners? Club). Menurut PPC, aksi itu ditujukan untuk menentang instalasi dinding kaca antara tahanan dan pengunjung dan penggunaan telepon untuk berbicara. Langkah ini meniru keadaan di penjara AS.

“Ini aksi peringatan yang bisa menyebar ke penjara lain jika dinding kaca tidak disingkirkan,” ujar Issa Qaraqa, kepala PPC. Menurut organisasi tersebut, saat ini terdapat sekitar 7.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. (afp)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Nigeria Bersikukuh Anti Homoseksual

Nigeria Bersikukuh Anti Homoseksual

Usia Minimum Pernikahan di Spanyol Naik dari 14 Menjadi 16 Tahun

Usia Minimum Pernikahan di Spanyol Naik dari 14 Menjadi 16 Tahun

Penguburan Muslim Korban Covid-19

Diprotes karena Lakukan Kremasi Paksa, PM Sri Lanka Janjikan Jenazah Muslim korban Covid-19 Boleh dikuburkan

Penjajah Kenakan Pajak kepada Gereja, Gereja Bersejarah Al Quds Memilih Hentikan Aktivitas

Penjajah Kenakan Pajak kepada Gereja, Gereja Bersejarah Al Quds Memilih Hentikan Aktivitas

Rakyat Sudan Protes Kenaikan Harga Roti dan BBM, Delapan Tewas

Rakyat Sudan Protes Kenaikan Harga Roti dan BBM, Delapan Tewas

Baca Juga

Berita Lainnya