Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Raja Moroko Lepaskan Wartawan Yang Dipenjara

Bagikan:

Hidayatullah.com–Lamrabet, yang memiliki kebangsaan rangkap, Maroko dan Perancis Kebangsaan, dihukum pada bulan Mei tahun lalu selama empat tahun dalam penjara karena dianggap telah menghina raja. Atas permohan hukumannya, hukumanya yang semula empat tahun telah dikurangi menjadi tiga tahun di bulan Juni.

“Long live freedom!”, ujar wartawan itu saat dirinya dilepas dari penjara, dekat ibu kota Rabat hari Rabu, (7/1) kemarin.

“Aku menjadi manusia yang sama saat aku masuk penjara, dan aku akan melanjutkan perjuanganku, “ ujarnya

Bersamaan dengan Lamrabet raja Maroko juga membebaskan enam wartawan dan sekitar 20 aktivis Islam lainnya, kutip AFP.

Sejumlah aktivis Islam telah dipenjarakan semenjak tahun 1970 hinggan tahun 1990. Dua diantaranya dua dua orang yang telah dihukum karena dianggap terlibat dalam bulan Desember 1975 terhadap pembunuhan pemimpin sosialis, Omar Benjelloun di Casablanca.

Lamrabet adalah Pemimpin Redaksi majalah satire, Demain and Doumane, yang dinyatakan tidak syah oleh pihak pemerintah Moroko.

Lamrabet juga dianggap mendiridan organisasi wartawan bernama, Sans Frontieres Reporters (RSF), wartawan tanpa batas di Maroko.

Ia dipenjarakan atas terbitan artikelnya menyangkut suatu parlemen. Termasuk, daftar sipil kerajaan, anggaran istana, dan sebuah karton tentang sejarah perbudakan.

Selama penangkapan nya, Lamrabet telah melakukan 50 hari mogok makan sebagai tindakan protes.

Menteri Kementrian Keadilan pada hari Rabu lalu menekankan bahwa larangan terhadap terbitan Lamrabet hingga kini madih belum dicabut.

Meski demikian, kepada pers Lamrabet mengatakan dirinya akan tetap bekerja di pers dan mendirikan koran baru.

Jurubicara pihak kerajaan, Hassan Aourid, mengatakan ampun pihak raja itu mencerminkan ” keinginan kerajaan untuk memperkuat aturan hukum dan mempromosikan hak azasi manusia” di negeri Afrika. (afp)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sejumlah Orang Ditangkap Menyusul Kematian Guru di Prancis yang Pamerkan Kartun Nabi Muhammad

Sejumlah Orang Ditangkap Menyusul Kematian Guru di Prancis yang Pamerkan Kartun Nabi Muhammad

Nenek Berusia 97 Tahun Menjadi Penyintas Covid-19 Tertua di Brazil

Nenek Berusia 97 Tahun Menjadi Penyintas Covid-19 Tertua di Brazil

Malaysia Rancang Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Marawi

Malaysia Rancang Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Marawi

Pria Iran Mengaku Latih Sniper Pasukan Assad

Pria Iran Mengaku Latih Sniper Pasukan Assad

Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan

Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan

Baca Juga

Berita Lainnya