Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Polisi Jerman Gempur Rumah Orang Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pihak kementrian mengatakan, dalam operasi tersebut, lebih 1000 orang ditangkap karena dikait-kaitkan terlibat dalam kegiatan sebuah organisasi yang dilarang dan pihaknya juga mencari empat orang yang diyakini karena dikait-kaitkan dengan terorisme.

Operasi polisi tersebut bertujuan memburu kelompok Islam bernama Khalifah yang dinyatakan terlarang di negara itu dua tahun lalu berikut peristiwa efek 11 September di Amerika Serikat.

Khalifah aktif sejak tahun 1984 oleh Metin Kaplan dari Turki yang selesai menjalani hukuman penjara empat tahun sejak Maret lalu. Entahlah, semenjak peristiwa WTC, Kaplan tiba-tiba dikait-kaitkan mempengaruhi anggotanya membunuh seorang pemimpin Islam.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Otto Schily dalam sebuah kesempatan mengatakan, operasi polisi itu mampu menghalang organisasi berkenaan untuk meneruskan kegiatannya.

“Segala pelanggar undang-undang akan diburu secara habis-habisan,” katanya.

Lebih 5000 polisi dikatakan menyertai operasi untuk menggeledah 1170 alamat selain mencari bukti.

Turki yang belakangan bersekutu dengan Barat bahkan turut mendakwa secara memberatkan dengan mengatakan bahwa, Kaplan ikut mengarahkan anggota gerakannya untuk membajak pesawat di Ankara pada Oktober 1998.

Atas nama perang melawan terorisme, belakangan, negara Eropa bahkan ikut memburu dan mencurigai kelompok Islam dan mengkaitkan dengan teror. (afp/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim Inggris Ditusuk Saat Shalat

Muslim Inggris Ditusuk Saat Shalat

Turki Tarik Dubesnya di Prancis

Turki Tarik Dubesnya di Prancis

Uskup Tawadros Jadi Paus Koptik Ke-118

Uskup Tawadros Jadi Paus Koptik Ke-118

Tukang Roti Mogok Massal, Tentara Bolivia Turun Tangan Membuat Adonan

Tukang Roti Mogok Massal, Tentara Bolivia Turun Tangan Membuat Adonan

Erdogan Umumkan Pipa Gas Kerja Sama Turki-Rusia Diluncurkan 8 Januari

Erdogan Umumkan Pipa Gas Kerja Sama Turki-Rusia Diluncurkan 8 Januari

Baca Juga

Berita Lainnya