Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Empat mantan kepala dinas keamanan dalam negeri Israel yang sangat berpengaruh mengkritik keras kebijakan pemerintahnya dalam menanangi persoalan Palestina saat ini.

Keempat mantan kepala dinas yang dikenal dengan naman Shin Bet, itu mengeluarkan kritik itu dalam wawancara dengan koran terbesar israel Yediot Ahronot yang dianggap sebagai wawancara yang tidak biasa.

Empat mantan dinas keamanan itu bersatu untuk menyampaikan pesan mereka. Israel, ujar mereka, menuju jalan yang salah.

Keempat tokoh ini mengeluarkan kutukan atas kebijakan pemerintah Israel yang saat ini dijalankan. Salah satu diantaranya mengatakan Israel sangat memalukan.

Mereka juga mengkritik pemerintah Ariel Sharon karena tidak mengerti keinginan warga Palestina dan membahayakan kemungkinan penyelesaian dengan mendirikan dua negara.

Salah satu mantan kepala itu, Ami Ayalon, mepromosikan sebuah rencana perdamaian yang meminta penarikan pemukiman Yahudi dan pendirian negara Palestina yang merdeka di sebagian besar wilayah Tepi Barat dan Gaza.

Hingga saat ini, para pejabat Israel ragu untuk memberi reaksi atas masalah yang dikemukakan dalam wawancara itu.

Seringkali, saat pandangan seperti itu dikemukakan, mereka dianggap sebagai pandangan bias orang yang tidak tahu keadaan Israel. Namun, tampaknya hal tersebut tidak bisa dijalankan atas pandangan keempat tokoh ini.

Lindas Bocah

Sebagaimana biasa, Israel terus-menerus melakukan intimidasi dan kejahatan terhadap rakyat Palestina. Kemarin, Kamis (13/11) salah seorang pemukim Yahudi tinggal di pemukiman Gush Etsion sebelah selatan Bethlehem dengan sengaja menabrak seorang anak Palestina, Mu’tasim Abu Suwai (5)dan ditinggal pergi begitu saja meski berlumuran darah .

Sang anak kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dalam kondisi yang cukup genting. (bbc/comes/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Harus Menjadi Ilmuwan Pejuang

Mahasiswa Indonesia Harus Menjadi Ilmuwan Pejuang

Musibah Banjir di Kelantan, Saksi: Air Setinggi Tiga Lantai Bangunan

Musibah Banjir di Kelantan, Saksi: Air Setinggi Tiga Lantai Bangunan

Kristen Mesir Masih Khawatirkan Nasib Mereka di Bawah Mursy

Kristen Mesir Masih Khawatirkan Nasib Mereka di Bawah Mursy

Pengungsi Suriah di Turki bisa Mencapai 5 Juta dalam 10 Tahun

Pengungsi Suriah di Turki bisa Mencapai 5 Juta dalam 10 Tahun

Rusia Serang Amerika dengan UU Adopsi Anak

Rusia Serang Amerika dengan UU Adopsi Anak

Baca Juga

Berita Lainnya