Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Hindari Pejuang Islam, Israel Melatih Babi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Direktur Gdud Haivri, organisasi yang menyuplai anjing-anjing penjaga ke permukiman di Tepi Barat, yakin bahwa penciuman babi yang lebih tajam akan membuat mereka mampu mengendus militan yang bersembunyi sebelum menyerang. “Penciuman babi jauh lebih tajam daripada anjing,” kata kepala eksekutif Gdud Haivri, Yekutiel Ben-Yaakov kepada harian Maariv. “Babi-babi itu juga akan mampu mengidentifikasi senjata dari jarak jauh dan berjalan ke arah teroris untuk menunjukkannya.” “Selain itu, binatang ini dianggap berbahaya bagi Islam. Menurut kepercayaan Islam, seseorang yang menyentuh seekor babi itu haram,” katanya. Rabbi Daniel Shilo, ketua komisi kerabbian Judea dan Samaria (Tepi Barat) mengatakan, babi juga dilarang dalam hukum Yahudi, sehingga usul itu seharusnya disetujui dengan pengecualian. “Karena menyangkut urusan hidup, memelihara hewan ini akan diizinkan,” katanya. Sementara itu, penduduk di Adei Ad baru-baru ini menempatkan angsa untuk menjaga wilayah permukiman mereka. Mereka percaya bahwa angsa-angsa itu akan memberi tanda jika ada serangan mendekat. (afp/jp)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Perempuan Uni Emirat Pulih Setelah Alami Koma Selama 28 Tahun

Perempuan Uni Emirat Pulih Setelah Alami Koma Selama 28 Tahun

Shamma Suhail, Menteri Wanita Termuda di Dunia

Shamma Suhail, Menteri Wanita Termuda di Dunia

Tidak Ada Kesepakatan Formal, Kanselir Jerman Khawatirkan Pengadaan Vaksin Covid-19 Murah

Tidak Ada Kesepakatan Formal, Kanselir Jerman Khawatirkan Pengadaan Vaksin Covid-19 Murah

Ilmuwan Indonesia Raih Penghargaan Raja Faisal karena Kembangkan Halal Science

Ilmuwan Indonesia Raih Penghargaan Raja Faisal karena Kembangkan Halal Science

Tiga Tentara NATO tewas dalam Serangan Bom di Kabul

Tiga Tentara NATO tewas dalam Serangan Bom di Kabul

Baca Juga

Berita Lainnya