Sabtu, 13 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Forum Keuangan Islam Bahas Restrukturisasi Iraq di Istanbul

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pertemuan Internasional Islamic Forum (IIF) yang keempat yang dibuka di Istanbul tanggal 29 September 2003 depan diharapkan akan mampu menarik investor, pemilik bank, pembuat kebijakan dan para ilmuwan dari 25 negara di dunia.

Diantaranya, peserta pertemuan itu akan mendiskusikan restrukturisasi menyangkut ekonomi Iraq yang diperkirakan mencapai 59 milyar USD. Dalam forum yang dirorganisir oleh lembaga riset internasional, Internasional Researc ( IIR) bersama-sama Dow Jones Index, dan Kuveyt Turk.

IIR mengatakan bahwa Iraq -yang kini tengah dikendalikan oleh lembaga pemerintahan sementara– telah mengumumkan berdirinya sekitar 12 bank internasional yang akan beroperasi mulai bulan ini.

Direktur IIF, Chris Mullinger mengatakan bank niaga Iraq akan menyediakan peluang untuk kementrian Iraqi untuk melakukan pembelian secara besar-besaran dari luar negeri.

Tumbuh Bersemi

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Brunai Darusalam, Dato Paduka Hj Yakub, seperti dikutip media Brunai kemarin mengatakan, hingga saat ini, lembaga-lembaga keuangan Islam di tingkat internasional terus berkembang dan mengalami banyak peningkatan.

Menurut, Yakub, dengan keikutsertaan Bank Pembangunan Islam ( IDB) di Jeddah, pasar uang Islam Internasional ( IIFM) yang berada di Bahrain dan jasa keuangan Islam ( IFSB) yang berada di Kuala Lumpur, diyakini lembaga-lembaga keuangan Islam terus akan tumbuh dan semakin mengalami banyak peningkatan luar biasa.

Di negerinya sendiri, Yakub melihat terus tumbuhnya penambahan harta dan deposito di tiga lembaga keuangan Islam sejak delapan tahun lalu. Beberapa nasabahnya, bahkan terdiri dari kalangan non-muslim.

Selain, Malaysia dan Bahrain, Brunai Darusalam dikenal sebagai negara yang ikut mengembangkan pesatnya lembaga keuangan Islam di tingkat internasional.

Menurut Yakup, tiga lembaga keuangan Islam di Brunei telah tumbuh dari 9 persen di tahun 1995 menjadi 40 persen tahun 2002. Total harta tahun 1995 berjumlah 828 juta USD dan kemudian meningkat ke menjadi 4.8 milyar USD tahun 2002. ” Suatu peningkatan 480 persen, ” ujar Jahi Yakup seperti dikutip Brudirect.Com News. (Turkish Daily News dan Brudirect.Com News)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika: Tak Ada Permintaan Maaf untuk Pembunuhan Usamah

Amerika: Tak Ada Permintaan Maaf untuk Pembunuhan Usamah

Jubir AKP: Mantan Presiden Turki Abdullah Gul Tidak Ikut Nyaleg

Jubir AKP: Mantan Presiden Turki Abdullah Gul Tidak Ikut Nyaleg

Warga Antri Air Tengah Malam di Cape Town

Warga Antri Air Tengah Malam di Cape Town

Ketua Komite Brazil Tersangka Korupsi Olimpiade Rio 2016

Ketua Komite Brazil Tersangka Korupsi Olimpiade Rio 2016

Bawa Jimat, Calhaj Ditahan Petugas Masjid Nabawi

Bawa Jimat, Calhaj Ditahan Petugas Masjid Nabawi

Baca Juga

Berita Lainnya