Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mahathir Minta Negara Islam Bersatu

Bagikan:

Hidayatullah.com– Dalam kunjungannya ke Suriah, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad meminta negara-negara Islam untuk bersatu agar tidak terus menjadi sasaran Barat.

Menurut Mahathir, sejak peristiwa 11 September yang kemudian mencetuskan peperangan terhadap apa yang disebut Barat sebagai terorisme, akhirnya diikuti penjajahan atas Afghanistan dan Iraq, sepatutnya menyentak umat Islam .

Karenanya, Mahathir menasihatkan negara Islam bahawa dalam dunia unipolar hari ini, wujud kecenderungan negara adi kuasa mengamalkan undang-undang rimba. Yang menyebabkan negara Islam begitu mudah diceroboh dan dijajah.

Mahathir mengaku sedih dengan keadaan umat Islam yang begitu lemah dan berpecah belah serta sering didiskriminasikan oleh Barat.

Pernyataan Mahathir ini disampaikan pada jamuan makan dengan Presiden Suriah, Bashar Hafiz Al-Assad, di Istana Rakyat, Qasir A- Shaab kemarin malam.

“Kita tidak boleh lagi berpecah jika kita tidak ingin jatuh ke tangan mereka satu demi satu,” ujarnya.

“Negara-negara yang lemah dan kurang maju, banyak di antaranya negara-negara Islam, akan mudah menjadi sasaran penaklukan dan penjajahan,” begitu lanjutnya.

Dalam ucapan pada majlis jamuan itu, Mahathir juga turut menyingkap sejarah keagungan Islam pada zaman Rasulullah dan sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali serta pemimpin dan pahlawan agung Islam termasuk Khalid Bin Walid, dan Sallahuddin Al-Ayubi yang berjuang untuk menyebarkan ajaran Islam atau mempertahankan agama dari penentang Islam.

Mahathir juga sempat menyinggung kondisi Timur Tenga. Menurutnya, Malaysia bimbang dengan keadaan di Timur Tengah terutamanya konflik Palestina-Israel.

“Membunuh sesama manusia akibat marah yang dilakukan oleh kedua-dua pihak tidak dapat menyelesaikan apa-apa masalah.

“Kita perlu mengukur kekuatan dan strategi kita supaya setiap pengorbanan akan menentukan keberhasilan kita,” katanya. (bh/um)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Zionis Larang Festival Wayang Anak Palestina

Zionis Larang Festival Wayang Anak Palestina

Editor New York Times Mundur Akibat Kasus Plagiat

Editor New York Times Mundur Akibat Kasus Plagiat

Sembunyikan Kasus Fedofilia Kardinal Philadelphia Mundur

Sembunyikan Kasus Fedofilia Kardinal Philadelphia Mundur

AS Nyatakan Jamaat-ud-Dawa Organisasi Teroris, Partai Rasis India Senang

AS Nyatakan Jamaat-ud-Dawa Organisasi Teroris, Partai Rasis India Senang

Kondisi Yaman Memanas, Amerika Siapkan Kapal Evakuasi

Kondisi Yaman Memanas, Amerika Siapkan Kapal Evakuasi

Baca Juga

Berita Lainnya