Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mental Pasukan AS di Iraq Terus Merosot

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pasukan Amerika Serikat yang kini tinggal di Iraq mengaku ditembak hampir setiap hari. Sebagaian mengatakan mulai tidak sanggup lagi tinggal lagi di negara itu, tulisa Daily Telegraph, semalam.

Sesan Jeff Elliott yang dipetik harian itu mengatakan, jumlah pasukan AS yang cidera hingga kini yang terus meningkat menyebabkan ada yang patah arang untuk tinggal lebih lama di kawasan itu.

Semalam, seorang pasukan AS dikabarkan cedera parah akibat ditembak orang tak dikenal di kota Baghdad.

“Kira-kira jam 12.30 dini hari (waktu setempat) seorang pasukan ditembak saat menjaga Universitas Baghdad,” kata juru bicara pasukan AS, Nicole Thompson.

Meski para pejabat keamanan AS di negara itu mengatakan kejadian yang tengah menimpa pasukannya itu terbilang kecil, namun sebagaian besar pasukan AS terus mengalami kekhawatiran.

“Kami benci keadaan seperti ini dan nampaknya, sejak dua minggu lalu makin banyak serangan,” kata Eklliot.

“Kami berada di sini sejak Maret lalu dan ditembak hampir tiap hari. Bukannya saya terfikir sangat mengenainya. Saya hanya perlu lebih berhati-hati dan meneruskan tugas ini..,” ujar Sersan Bryan Harrington.

Bagaimanapun, menurut Elliott, warga Iraq yang nekad menyerang pasukan AS lebih cilik karena menggunakan bahan bom dengan cara merubah peluru 130 milimeter.

Mulai Resah

Rasa cemas dan ketakutan tidak hanya menimpa para tentara pria. Sejumlah pasukan wanita AS di Iraq kini juga dikabarkan telah rindu kehidupan sebenar sebagai seorang wanita yang telah mereka tinggalkan sejak berbulan-bulan.

Seperti dikutip AFP, mereka kini turut diburu rasa bimbang bila terus ditempatkan secara lama di negara Teluk itu dan tidak jelas kapan diperbolehkan pulang.

“Keadaan menjadi semakin tegang setiap kali saya mulai memikirkan anak-anak di sana,” kata Staf Sersan Denise Rayl (37), dari Divisi Udara 101.

Ibu dua anak lelaki remaja dari Denison, Texas itu mengatakan, dia terpaksa menyibukkan diri untuk mengelak dari mengingat keluarganya di AS setelah berjauhan terlalu lama.

Sebulan ini, sejumlah penembak gelap terus memburuh dan membunuh sejumlah pasukan AS yang sedang berjaga-jaga atau berkeliaran di wilayah Iraq. Menurut laporan, serangan atas pasukan AS di wilayah itu setidaknya terjadi sebanyak 13 kali dalam sehari. 26 pasukan AS telah terbunuh akibat serangan gelap.

Semenjak Presiden George W Bush mengaku menang atas Iraq bulan Mei lalu, sebagaian besar rakyat Iraq dikabarkan terus melakukan protes atas keberadaan pasukan agresor AS di negara. Mereka ingin, AS bisa secepatnya keluar dari Iraq. (ap/afp/dt/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Emir Qatar Bertemu dengan Kepala Hamas di Doha

Emir Qatar Bertemu dengan Kepala Hamas di Doha

Covid-19: WHO dan Unicef Desak Pembukaan Kembali Sekolah di Afrika

Covid-19: WHO dan Unicef Desak Pembukaan Kembali Sekolah di Afrika

Coronavirus: Gereja dan Masjid di Kenya Menghentikan Sementara Aktivitasnya

Coronavirus: Gereja dan Masjid di Kenya Menghentikan Sementara Aktivitasnya

Kim Jong-nam Bawa Antidot ketika Tewas Diracun

Kim Jong-nam Bawa Antidot ketika Tewas Diracun

Pembantu Dilindungi Konvensi ILO

Pembantu Dilindungi Konvensi ILO

Baca Juga

Berita Lainnya