Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

AS Ingin Taliban Singkirkan Mullah Umar

Bagikan:

Pejuang Taliban di Afghanistan akhirnya menolak permintaan Amerika Serikat (AS) supaya menyingkirkan pemimpin utama mereka, Mullah Muhammad Umar sebagai syarat untuk memulai perundingan dan kerjasama.

Menurut pemimpin Jihad Pakistan yang memainkan fungsi penting mengatur pertemuan itu, pertemuan itu diadakan baru-baru ini bersama wakil agen intelejen Pakistan (ISI), FBI dan pemimpin Taliban.

Pertemuan ini diselenggarakan di Pangkalan Pasukan Udara Pakistan di Samungli, dekat Quetta.

Beberapa sumber berita yang berpangkalan di Hong Kong menyebut ada empat syarat yang diminta AS terhadap Taliban agar perundingan dengan AS dapat berjalan mulus.

Syarat yang diminta adalah, penyingkiran Mullah Muhammad Umar sebagai ketua Taliban. Termasuk mengusir semua pejuang Arab, Pakistan serta negara dari Afghanistan.

AS juga meminta pembebasan semua tentera nya yang ditawan Taliban.

AS juga meminta syarat agar warga Afghanistan yang tinggal di luar negeri, terutama di AS dan Inggris diberikan jabatan dalam pemerintahan.

Amerika sebelum ini berusaha untuk melakukan perundingan dengan Taliban bagi usaha mengahiri berbagai serangan yang semakin memuncak terhadap pasukan AS di negara itu.

Sayang perundingan itu yang diatur oleh lembaga intelejen Pakistan itu tidak berjalan mulus.

Belakangan, AS terpaksa berbaik dengan Taliban selepas keadaan yang semakin buruk di Afghanistan, ditambah lagi dengan kepulangan lebih dua juta pelarian yang kebanyakan beraliran Komunis ke negara itu.

Perundingan terpaksa diadakan bagi memastikan negara itu agar tidak pecah belah berikut setelah pemerinta dipimpin Presiden Hamid Karzai ternyata hanya berpengaruh di kota Kabul saja.

Keadaan semakin meruncing setelah AS melihat mayoritas kabinet Karzai seperti Menteri Pertahanan, Jeneral Qasim Fahim serta beberapa gubernur wilayah adalah bekas anggota Partai Hizbul Islami, pimpinan Gulbuddin Hekmatyar, yang kini turut melancarkan gerakan menyerang AS dan sekutunya secara terang-terangan. (bh/ch)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Tunisia Berselisih Pemakaman Ben Ali

Warga Tunisia Berselisih Pemakaman Ben Ali

Awal Ramadhan Polisi Kamerun Bubarkan Paksa Jamaah Shalat di Masjid

Awal Ramadhan Polisi Kamerun Bubarkan Paksa Jamaah Shalat di Masjid

Ikhwanul Muslimin Bantah Bakar Gereja

Ikhwanul Muslimin Bantah Bakar Gereja

Menhan Iraq: Pemimpin ISIS dan Keluarganya Meninggalkan Mosul

Menhan Iraq: Pemimpin ISIS dan Keluarganya Meninggalkan Mosul

kasus covid-19

Banyak Orang Muda Terjangkit Covid-19, Spanyol Kembalikan Jam Malam

Baca Juga

Berita Lainnya