Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Israel Tawarkan Mundur Sebagian Dari Gaza

Bagikan:

Para pejabat Israel dan Palestina bersiap membahas penarikan sebagian serdadu Israel dari Jalur Gaza. Usul itu merupakan bagian dari topik perundingan keamanan, yang digelar hari Sabtu (14/06/03), meski telah terjadi satu pekan tindak kekerasan, yang menewaskan 60 orang.

Israel mengajukan sejumlah syarat berkaitan dengan tawaran penarikan mundur itu, termasuk diakhirnya serangan roket Palestina terhadap pemukiman Israel.

Perdana Menteri Abu Mazen enggan menerima syarat ini, tanpa terlebih dahulu menyepakati gencatan senjata dengan kelompok militan Palestina, Hamas.

Israel membantah laporan-laporan bahwa negara itu bersedia menangguhkan serangan peluru kendali, dan operasi-operasi militer lain di Gaza selama tiga hari, guna memungkinkan Abbas, alias Abu Mazen, mengadakan kontak dengan kelompok-kelompok militan.

Kepala keamanan Palestina, Mohammed Dahlan mungkin bertemu pejabat senior pertahanan Israel, Jenderal Amos Gilad, dalam pertemuan yang akan berlangsung, setelah hari Sabtu Yahudi berakhir Sabtu (14/06/03) petang.

Sebelumnya, menteri penerangan Palestina, Nabil Amr mengumumkan bahwa Palestina siap mengambil alih tanggung jawab keamanan di daerah-daerah di Jalur Gaza, yang ditinggalkan serdadu pendudukan Israel. Tanggung jawab itu termasuk mencakup menghentikan serangan roket terhadap pemukiman Israel.

Daur kekerasan

Namun, Hamas menolak rencana peta jalan damai yang didukung Amerika, dan menghentikan perundingan gencatan senjata dengan Abu Mazen pekan lalu.

Kelompok Hamas melancarkan pemboman bunuh diri terhadap sebuah bus di Jerusalem, dan memakan 17 korban, sebagai balasan atas upaya Israel membunuh pemimpin politik Hamas, Abdel-Aziz al-Rantissi.

Serangkaian serangan pembalasan kemudian bergulir. Israel menyatakan perang habis-habisan melawan Hamas. Akibatnya, 36 orang Palestina, dan 24 Israel tewas dalam satu pekan terakhir.

Wartawan BBC David Chazan di Jerusalem mengatakan, pertemuan para pejabat keamanan tengah berlangsung di bawah tekanan keras Amerika Serikat, dan Mesir.

Dia mengatakan, mereka sangat prihatin bahwa meningkatnya tindak kekerasan pekan ini menggerogoti peta jalan damai.

Peta jalan itu sendiri mengharuskan Israel melakukan penarikan serdadu secara bertahap di Tepi Barat, dan Jalur Gaza, sementara Palestina menghentikan serangan.

Pemimpin Palestina Yasser Arafat dilaporkan bertemu dengan Abu Mazen, guna membahas syarat-syarat yang diajukan Israel untuk menarik pasukan dari Gaza.

Serangan Helikopter

Hari Jumat (13/06/03), militer Israel melancarkan dua serangan rudal lanjutan ke sasaran-sasaran di Gaza City, dan menewaskan seorang warga dan mencederai 39 orang lain.

Dalam serangan pertama, rudal menghantam sebuah mobil, dan menewaskan anggota Hamas, Fuad al-Lidawi, 26 tahun. Para pejabat militer Israel mengatakan, dia tengah mempersiapkan serangan roket terhadap Israel.

Dalam serangan kedua, meriam helikopter menyerang apa yang digambar Israel sebagai gudang senjata.

Namun, orang-orang Palestina mengatakan, rumah yang menjadi sasaran milik seorang tersangka anggota Hamas. Utusan khusus Amerika, John Wolf, yang tiba di Timur Tengah akhir pekan ini, sedianya akan diminta memantau penerapan rencana peta jalan damai. Namun, para wartawan mengatakan, Wolf kini harus mondar-mandir untuk menemui para pejabat Palestina dan Israel, dalam upaya untuk membujuk mereka akan meredakan tindak kekerasan. – (bbc/m3/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Husni Mubarak Bebas dari Dakwaan Pembunuhan Demonstran 2011 dan Korupsi

Husni Mubarak Bebas dari Dakwaan Pembunuhan Demonstran 2011 dan Korupsi

Abdullah Gul: Teror Pakai Nama Islam Munculkan Islamophobia

Abdullah Gul: Teror Pakai Nama Islam Munculkan Islamophobia

Pasca Pembatalan Perjanjian, Baku Tembak Pecah di Mindanao

Pasca Pembatalan Perjanjian, Baku Tembak Pecah di Mindanao

Sultan Perak: Selidiki Kegiatan Partai Politik di Masjid

Sultan Perak: Selidiki Kegiatan Partai Politik di Masjid

Dalam Lima Tahun, 4000 Warga Palestina Syahid

Dalam Lima Tahun, 4000 Warga Palestina Syahid

Baca Juga

Berita Lainnya