Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perang Iraq di Dunia Cyber

Bagikan:

Di antara situs-situs yang pro Amerika Serikat saat ini melakukan antisipasi serangan hacker Muslim yang diperkirakan tengah melakukan serangan-serangan barunya.

Sebuah perusahaan pengamanan komputer yang berbasis di London, Mi2g menyebutkan, bahwa kalangan Islamis hacker sangat berpotensi melakukan perang cyber dan membuat virus baru untuk merusak sistem setiap saat pada komputer yang sedang link dengan internet.

Sebagian para pakar internet di London menyebutkan, bahwa para hacker muslim itu diduga kuat akan melakukan serangannya kepada negara-negara yang mendukung propaganda perang Amerika terhadap Iraq khususnya dan umumnya perang terhadap terorisme di seluruh dunia.

Mereka juga menegaskan bahwa dengan munculnya jenis virus baru yang terkenal Bugbear (baca: seperti contoh di bawah yang terdeteksi pada Jum’at 5 Juni 2003) dan serangan pada awal pekan Juni 2003 merupakan bukti kuat akan datangnya serangan baru berikutnya dengan jenis virus yang lain.

Perusahaan pengamanan komputer Mi2g mengatakan, bahwa bulan Oktober 2002 adalah bulan serangan hacker terburuk sejak dimulainya perang cyber tahun 1995.

Serangan cyber yang terdata pada bulan itu sangat fantastik karena mencapai angka 16.559 kali serangan hacker ke berbagai system dan web site. Menurut Zone-H database, sebuah situs independen yang memonitor aktivitas para hacker, serangan-serangan hacker yang membawa misi politik itu sekitar 11 persen dari total serangan.

Selain itu Mi2g menyebutkan bahwa mereka telah meneliti sejumlah organisasi hacker Muslim yang akan melakukan agenda perang cyber terhadap situs-situs Amerika Serikat, Inggris, Australia, India dan Israel.

“Kami mencatat bahwa para hacker dari kalangan Islamis telah memulai peperangannya dengan misi anti Amerika Serikat, Inggris, Australia, India dan Israel.”

Karenanya Mi2g meminta agar semua pihak agar bersiap-siap dan mewaspadainya.

Menurut data Mi2g, ada tiga kelompok hacker Muslim yang gencar melakukan serangan internet pada bulan Juni ini. Pertama adalah kelompok Unix Security Guard (USG) yang dibentuk pada bulan Mei 2002.

Kelompok ini menghimpun kelompok kelompok hacker kecil seperti “EgypianFighter” dan kelompok hacker dari Republik Islam bekas kekuasaan Uni Soviet, Maroko. Hingga 27 Oktober 2002, menurut Mi2g, USG disebutkan telah melakukan 1.511 kali serangan cyber.

Kedua, adalah kelompok hacker yang disebut Federal Bureau of Hackers (FBH) yang berbasis di Pakistan. Dan ketiga adalah kelompok The Bugz yang juga berbasis di Pakistan.

Kelompok-kelompok ini meninggalkan pesan kepada ratusan situs Amerika Serikat, Inggris dan lainnya, serta menuntut pembebasan Palestina serta menolak perang terahdap Iraq. Di antara pesan yang disampaikan oleh USG adalah “USA I think that you are all about to be some war criminals”, “UK you are a slave to USA”, “Hey, wanna know what America and UK do 2 Iraqi kids? Take a look.. they bomb them.”

Hacker Islam itu disebutkan melakukan eskalasi serangannya secara dahsyat dan belum pernah terjadi sebelumnya pada sepekan bulan Oktober 2002, hingga melumpuhkan 9 dari 13 server. Pada bulan Oktober 2002, jelas Mi2g sejumlah serangan hacker yang dilacak IP addresses berasal dari Arab Saudi, Kuwait, Pakistan dan Indonesia. (Masdum, dari berbagai sumber).

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Emir Qatar Berjanji Membiayai Pendidikan 1 Juta Anak Perempuan di Negara Berkembang

Emir Qatar Berjanji Membiayai Pendidikan 1 Juta Anak Perempuan di Negara Berkembang

Kuwait Kurangi Jumlah Diplomat Iran dan Tutup Misi Kebudayaannya

Kuwait Kurangi Jumlah Diplomat Iran dan Tutup Misi Kebudayaannya

Agen Mossad Keturunan Arab Tertangkap

Agen Mossad Keturunan Arab Tertangkap

Menteri Saudi Ikut Nonton: Bioskop Penting Bagi Budaya

Menteri Saudi Ikut Nonton: Bioskop Penting Bagi Budaya

AstraZeneca Jual 6,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Malaysia Tanpa Laba

AstraZeneca Jual 6,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Malaysia Tanpa Laba

Baca Juga

Berita Lainnya