Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Partai Republik: Islam Harus ‘Dibunuh’

Bagikan:

Tokoh Partai Republik – partai yang menguasai Kongres AS, dengan merebut kontrol atas Senat dan mayoritasnya di House of Representatives– melemparkan tuduhan terbaru terhadap Islam. Islam agama berpenyakit yang perlu dibunuh, katanya.

Tuduhan terbaru kepada Islam itu disampaikan oleh Shawn Steel dari Partai Republik saat acara kampanye mendukung penjajahan pasukan AS dan sekutunya di University of Southern, California

“Masyarakat Islam seperti penyakit kanker yang berkembang di dalamnya, di mana sangat membenci Yahudi, kebebasan dan budaya Barat. Ini harus segera dibetulkan. Dia dibunuh atau membunuh,” katanya seperti dikutip koran kampus, Daily Trojan, Edisi 14, April 2003, Vol. 148, no. 54. (http://www.dailytrojan.com/article.do?issue=/V148/N54&id=02-troop.54c.html)

Partai Republik sebelum ini dikecam masyarakat Islam AS akibat pendirian Presiden George W Bush yang lebih pro-Yahudi dan banyak dikelilingi oleh orangorang yang pernah menghina agama Islam. Diantaranya Pendeta Franklin Graham.

Tindakannya Steel –yang selama sangat pro-Yahudi– ini dikecam keras oleh Lembaga Perhubungan Islam-Amerika (CAIR) California yang meminta pemimpin Republik segera bertindak atas ucapan Steel yang disampaikan dalam acara partisan politik di Hahn Plaza itu.

Juru bicara Partai Republik, Rob Stutzman mengatakan, omongan Steel adalah di luar konteks.

“Jika benar, kita akan memastikan dia tidak lagi mewakili partai ini dalam kesempatan umum”, katanya. (bh/dt)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika Konfirmasi Pesawat Militernya Jatuh di Afghanistan, Tak Mengakui Ditembak Taliban

Amerika Konfirmasi Pesawat Militernya Jatuh di Afghanistan, Tak Mengakui Ditembak Taliban

Mofaz: Israel Akan Menyerang Iran

Mofaz: Israel Akan Menyerang Iran

15 Orang dari Panitia Lima Puluh Mengundurkan Diri

15 Orang dari Panitia Lima Puluh Mengundurkan Diri

Maret, Obama Hadiri Konferensi Lobi Yahudi Amerika

Maret, Obama Hadiri Konferensi Lobi Yahudi Amerika

Malaysia Belum Tanggapi Permintaan India untuk Mengekstradisi Zakir Naik

Malaysia Belum Tanggapi Permintaan India untuk Mengekstradisi Zakir Naik

Baca Juga

Berita Lainnya