Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Setelah Bagdad dan Basra, Karbala Ikut Dihancurkan Pasukan AS

Bagikan:

Hingga berita ini diturunkan, pasukan koalisi agresor dan pasukan garda republik (GR) masih terlibat pertempuran sengit di selatan Kota Karbala, sebuah kota dekat Baghdad. Sebelum memulai serangan darat di Baghdad, pasukan koalisi telah mengepung kota suci kelompok Syiah, Karbala. Di kota ini, tentara AS dan Inggris hanya menghadapi sedikit perlawanan sehingga mudah menyeberangi Sungai Efrat menuju Baghdad. Seperti diketahui, Sungai Efrat adalah penghalang alam terakhir yang membatasi Karbala dengan ibu kota Iraq. Di Karbala, pasukan Infanteri Ke-3 AS melancarkan serangan mulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat (06.00 WIB), dengan didukung jet-jet tempur, helikopter penyerang Apache, dan sejumlah artileri yang menjadikan langit malam di kota itu penuh nyala api. Sementara itu, usai pertempuran yang berlangsung sporadis, tampak 15.000 tentara AS dengan 6.000 tank, kendaraan lapis baja, dan truk berkonvoi menuju Sungai Efrat. Karbala adalah tempat terjadinya perang sekitar 1.400 tahun lalu, saat cucu Nabi Muhammad, Hussein, tewas dalam pertempuran dengan pasukan muslim lainnya. Kota Karbala, 80 km dari Bagdad, adalah tempat penting bagi peziarah kaum muslim Syi’ah. Kota-kota suci Najaf dan Karbala, terletak di pedalaman jantung Irak Utara yang mayoritas penduduknya pengikut Syi’ah. Mereka sudah sejak lama menentang pemerintahan Partai Baath sekuler di Bagdad.Kedua kota suci ini memiliki makam-makam sakral dan agung dari Islam Syi’ah dan sekaligus juga merupakan pusat intelektual teologi Islam. Saat Partai Baath pimpinan Saddam Hussein berkuasa, Karbala termasuk menjadi tempat yang dikuasai Saddam. Karbala sering disebut-sebut sebagai tempat makam syuhada Syi’ah Imam Hussein, cucu dari Nabi Muhammad SAW. Imam Hussein meninggal 1.323 tahun yang lalu. Kekalifahan Imam Hussein tidak diakui meskipun kelompok muslim Syiah percaya bahwa Hussein berhak menjadi kalifah. Pada tahun 600, dia mengklaim punya hak untuk menjadi Kalifah meneruskan kekalifahan Muawiyah yang sudah meninggal.Namun, putra Muawiyah, Yazid, tidak mengakui klaim Hussein sehingga pecahlah pertikaian antara pengikut Hussein dan Yazid. Pasukan Hussein yang jumlahnya sedikit terkepung di Karbala, tepat di perbatasan dengan padang pasir. Dia tewas dalam pertempuran itu.Jenazahnya dimakamkan di kota itu. Makamnya, dengan hiasan kubah dan tiga menara, menjadi kompleks bangunan utama di kota itu dan juga sebagai tempat perziarahan bagi muslim Sy’iah. Di Karbala juga terdapat makam Abbas, saudara Hussein, yang ikut tewas dalam pertempuran itu. Termasuk ayahanda Hussein, Imam Ali Bin Abi Thalib. Dia dimakamkan di Najaf, 190 km sebelah selatan Bagdad dan 80 km dari Karbala. Ali menikah dengan putri Nabi Muhammad, Fatima. Ali sendiri ketika itu sangat berharap untuk menjadi pemimpin bagi umat Islam kelak. Setelah Ali wafat, Syi’ah memisahkan diri dari aliran Sunni. Kota suci Najaf pernah menjadi pusat kekuasaan Islam Syi’ah, dan seringkali disebut sebagai dunia di dalam kota. Semasa pemerintahan Ottoman, kota dan sekolah-sekolah agama di situ dapat beraktivitas secara bebas.Karbala dan Najaf sebetulnya termasuk kota miskin. Secara tradisional, pendapatan kota itu berasal dari ribuan peziarah yang datang berkunjung, terutama dari Iran dan India. Ribuan peziarah muslim hampir setiap hari memadati jalan-jalan sempit kota itu. Pada 1991, setelah Perang Teluk, Syi’ah di Karbala, Najaf dan kota-kota lain bangkit memberontak menentang pemerintahan Saddam Hussein. Namun, pemberontakan itu tidak didukung oleh AS dan sekutu-sekutunya. Pasukan Pengawal Republik akhirnya berhasil menumpas pemberontakan itu. Puluhan ribu muslim Syi’ah di seluruh penjuru Irak selatan tewas dibunuh, disiksa atau dipenjara. Mereka yang berhasil lolos memilih melarikan diri ke Iran. Jumlah pengikut Syi’ah berkisar 60 persen dari populasi penduduk negeri itu. Sejak itu, Pemerintah Iraq dikabarkan membatasi perziarahan ke Karbala yang biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Bagi kebanyakan orang Syi’ah, kehadiran marinir-marinir Amerika di antara menara-menara di kota-kota suci itu adalah sesuatu yang pantas diharamkan. Bila Karbala hancur, mungkin akan menjadi daftar baru kota-kota bersejarah Islam yang ikut dilenyapkan. Sebelumnya, kota legenda 1001 malam, Bagdad dan Basra, yang dikenal tempat lahirnya Imam besar dan ilmuwan Islam. Sungguh amat disayangkan, makam-makam suci di kota tersebut harus hancur oleh pasukan Amerika Serikat dan sekutunya. (BBC/SM/Cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Diskriminasi terhadap Muslim: Sri Lanka akan Melarang Penyembelihan Hewan Ternak

Diskriminasi terhadap Muslim: Sri Lanka akan Melarang Penyembelihan Hewan Ternak

Presiden Berpidato di Forum Ekonomi Islam Dunia

Presiden Berpidato di Forum Ekonomi Islam Dunia

Kuil Karnak Tidak Terdampak Serangan Kelompok Bersenjata

Kuil Karnak Tidak Terdampak Serangan Kelompok Bersenjata

Nilai Mata Uang Anjlok, Presiden Zambia Minta Pertolongan Tuhan

Nilai Mata Uang Anjlok, Presiden Zambia Minta Pertolongan Tuhan

Seorang Profesor China Sarankan Pria Miskin Berbagi Istri

Seorang Profesor China Sarankan Pria Miskin Berbagi Istri

Baca Juga

Berita Lainnya