Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

‘Anti Jilbab’ Bahan Kampanye Partai Sekuler Turki

Bagikan:

Mimpi buruk nampaknya akan terus menimpa umat Islam di Turki. Penutup aurat (jilbab),sebagai salah satu keyakinan begamaumat Islam, nampaknya akan menjadi musuh masa depan pemerintahan sekuler Turki. Minggu lalu, salah seorang tokoh penting partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) telah mulai menunjukkan tanda-tanda permusuhan terhadap wanita Islam. Diantaranya adalah, kampanye larangan penggunakan penutup aurat (jilbab) di negara itu.

“3 November ini hari penyiksaan para gadis dan wanita harus segera diakhiri”, kata Bulent Arinc. Pernyataan Arink yang sangat anti jilbab itu disampaikannya dalam sebuah kampanye politik untuk memenangkan partainya, AKP di Kahramanmaras, sebuah kota sebelah Selatan Turki. “Sebab pelajar kita tidak bisa teratur saat memasuki halaman sekolah mereka. Saya menyebutnya itu menyiksa, “ katanya dengan nada melecehkan.

Kerudung (jilbab) adalah benda yang telah dilarang oleh pemerintahan Turki semenjak negara ini memilih ideologi sekuler dibawah pimpinan Kemal Ataturk 79 tahun yang lalu. Kegiatan Islam cukup semerak saat partai Islam kesejahteraan mememangkan pemilu. Sayangnya, kemenangangan AKP membubarkan hak-hak umat Islam Turki. Salah satu bentuknya adalah upaya pemerintahan sekuler yang didominasi kalangan militer ini untuk terus menekan segala hal yang berbau Islam. Misalnya berusaha melarang madrasah, berusaha mengganti huruf al-Qur’an dengan bahasa Turki, dan melarang penggunaan keyakinan menutup aurat (jilbab) di sekolah dan kampus-kampus.

Tarhan Erdem, seorang peneliti dan periset dari Konda Ltd mengatakan, wacana pelarangan jilbab dijadikan AKP sebagai kampanye putaran pertama untuk menarik hati kalangan militer yang berkuasa. Tiga tahun lalu, dalam pemilu tahun 1999, seorang muslimah anggota parlemen Turki dikelurkan gara-gara menggunakan hak keyakinannya menutup aurat. AKP diprediksi sebagai partai kedua terbesar yang akan memenangkan pemilu November depan. Jika prediksi ini benar, maka, umat Islam Turki akan kembali menjalani masa-masa suramnya di bawah kendali pemerintahan sekuler dan militer. (Cm/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Huda Ridwan

Bagikan:

Berita Terkait

Turki dan Koalisi AS Hentikan Penerbangan di Suriah

Turki dan Koalisi AS Hentikan Penerbangan di Suriah

Delapan Demonstran Mahasiswa Al-Azhar Divonis Penjara 5 Tahun

Delapan Demonstran Mahasiswa Al-Azhar Divonis Penjara 5 Tahun

‘Bro Saddiq’ Menteri Termuda Malaysia Umur 25 Tahun

‘Bro Saddiq’ Menteri Termuda Malaysia Umur 25 Tahun

Sistem Khilafah Dinilai Melindungi Martabat Perempuan

Sistem Khilafah Dinilai Melindungi Martabat Perempuan

Belgia Minta Negara Uni Eropa Tidak Berlomba Menarik Kedatangan Wisatawan

Belgia Minta Negara Uni Eropa Tidak Berlomba Menarik Kedatangan Wisatawan

Baca Juga

Berita Lainnya