Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Info Haji & Umrah

Jamaah Indonesia Bisa Umroh Tanpa Karantina

karantina umrah Fathuddin Ja'far
Jamaah umroh sibuk i'tikaf di tengah isu bom yang meledak di dekat makam Nabi
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali menekan kebijakan baru terkait aturan pelaksanaan umroh, penerima vaksin yang diakui Saudi, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca (AZ), dan J&J, bisa langsung melaksanakan ibadah di Masjidil Haram tanpa karantina. Adapun penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm harus karantina tiga hari.

“Ya, sesuai dengan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan visa umrah dari luar Kerajaan Arab Saudi,” ujar Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali ketika dikonfirmasi, Senin (29/11/2021), tentang merek vaksin yang diakui Arab Saudi dan tanpa perlu karantina.

Endang juga menjelaskan syarat dan ketentuan perolehan visa umrah bagi calon jemaah umrah antara lain. Pertama, sudah vaksin lengkap. Kedua, menggunakan salah satu dari empat vaksin yang digunakan di Arab Saudi. Ketiga, menggunakan vaksin yang diakui WHO.

Selanjutnya, Keempat, karantina bagi yang menggunakan vaksin yang diakui WHO tiga hari, dan dilakukan tes PCR setelah 48 jam. Dan Kelima, tidak ada karantina bagi yang menggunakan vaksin yang dipakai di Arab Saudi.

Mengutip Haramain Sharifain, media yang fokus memberitakan dua masjid suci, vaksin yang diakui Arab Saudi untuk jamaah umrah, yaitu: dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Comirnaty

Dengan demikian, calon jemaah yang sudah menerima dosis lengkap dari salah satu merek-merek vaksin tersebut bisa langsung melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.

Untuk vaksin buatan Sinovac dan Sinopharm sudah diakui oleh WHO, tapi belum digunakan di Arab Saudi. Sehingga, calon jemaah penerima dua vaksin ini harus dikarantina terlebih dahulu selama tiga hari.

Masyarakat Indonesia sejauh ini mayoritas menggunakan Sinovac dan sebagian lainnya memakai Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna, secara gratis. Sedangkan vaksin gotong royong menggunakan Sinopharm.

Jumlah hari karantina selama 3 hari bagi penerima Sinovac/Sinopharm ini berkurang dari aturan sebelumnya. Pada Jumat (26/11/2021) lalu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan penerima Sinovac/Sinopharm harus dikarantina selama lima hari.

Berubahnya aturan karantina bagi pengguna vaksin Sinovac dan Sinopharm ini merupakan kabar baik. Sebab sebelumnya, suntikan dosis ketiga (booster) menjadi syarat bagi pengguna dua vaksin ini.

Indonesia sendiri diperkenankan mengirim jemaah umrah per 01 Desember mendatang, seiring dengan dicabutnya larangan terbang langsung dari Indonesia ke Arab Saudi.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Menolak Perjanjian dengan Saudi, Iran Larang Warganya Haji

Menolak Perjanjian dengan Saudi, Iran Larang Warganya Haji

Menag: Visa Berbayar SAR300 Sudah Jadi Kebijakan Saudi

Menag: Visa Berbayar SAR300 Sudah Jadi Kebijakan Saudi

148 Jamaah Ditemukan Tersesat di Masjidil Haram

148 Jamaah Ditemukan Tersesat di Masjidil Haram

asuransi covid

Sudah 24 Jamaah Wafat, 5 Lainnya Dirujuk ke RS Jeddah Usai Mendarat

asuransi covid

Jemaah Haji, Umrah dan Pengunjung Arab Saudi Harus Memiliki Asuransi Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya