Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Info Haji & Umrah

Umrah Mulai Dibuka per Agustus, Indonesia Akan Lobi Saudi Agar Jamaah Tak Dikarantina 14 Hari

kebijakan baru umrah
[Ilustrasi] Jamaah Umrah setelah ditutup karena pandemi
Bagikan:

Hidayatullah.com- Arab Saudi akan mulai mengizinkan jamaah umrah dari luar negaranya mulai 10 Agustus 2021. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Khoirizi membenarkan kabar tersebut.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebagaimana tercantum dalam edaran pembukaan umrah itu, antara lain terkait vaksin dan keharusan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Saudi bagi 9 negara (India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon).

“Perwakilan pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah, telah menerima edaran tersebut pada 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021. Kami masih pelajari,” terang Khoirizi di Jakarta, Senin (26/07/2021).

Terkait edaran Saudi soal pembukaan umrah dari luar negerinya tersebut, KJRI di Jeddah akan melakukan upaya diplomasi melalui Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Salah satu isu yang dibahas adalah terkait keharusan karantina 14 hari di negara ketiga. “Kami berharap jamaah Indonesia tidak harus dipersyaratakan seperti itu,” ujarnya.

“Kami dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta untuk menyampaikan hal dimaksud,” sambungnya.

Terkait syarat vaksin booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson, Khoirizi akan membahas hal tersebut dengan Kementerian Kesehatan, Satgas Pencegahan Covid-19, dan BNPB.

“Kita akan lakukan langkah koordinasi dengan Kemenkes dan pihak terkait lainnya untuk membahas persyaratan tersebut, agar kebutuhan jamaah umrah Indonesia bisa terlayani,” tegasnya.

“Kita berharap pandemi bisa segera teratasi sehingga jamaah Indonesia bisa menyelenggarakan ibadah umrah secara lebih baik,” harapnya.

Khoirizi menambahkan, selama ini penyelenggaraan ibadah umrah dilakukan oleh pihak swasta (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah/PPIU), bersifat Bussines to Bussines (B to B), bukan Government to Government (G to G).

“Kita akan bahas bersama hal ini dengan asosiasi PPIU terkait persyaratan yang ditetapkan Saudi,” sebut Khoirizi.

“Untuk kepentingan jamaah, kami juga tetap akan mencoba melakukan lobi,” tandasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Umrah arab Saudi

Biro Haji-Umrah Dinilai Harus Utamakan Dakwah, bukan Bisnis

Korban Selamat Tragedi Mina Menceritakan Kisah Pilunya

Korban Selamat Tragedi Mina Menceritakan Kisah Pilunya

“Gerakan Ayo Haji Muda”, Para Milenial Bisa Menabung Rp20 Ribu Per Hari

“Gerakan Ayo Haji Muda”, Para Milenial Bisa Menabung Rp20 Ribu Per Hari

5 Tahun Berpisah, Ibu-Anak Asal Palestina Bertemu di Mina

5 Tahun Berpisah, Ibu-Anak Asal Palestina Bertemu di Mina

karantina umrah

Jamaah Indonesia Bisa Umroh Tanpa Karantina

Baca Juga

Berita Lainnya