Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Info Haji & Umrah

Haji Tahun 2021 Batal, Apa Pertimbangan Menag?

Haji 2021
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama (Menag) memutuskan pemberangkatan jamaah Haji tahun 2021 batal. Keputusan itu diambil berdasarkan berbagai pertimbangan yang telah disepakati bersama.

Keputusan pembatalan pemberangkatan ibadah haji itu tertuang dalam Keputusan Menag No 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

“Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa pers virtual, Kamis (03/06/2021).

Pertimbangan pemerintah tidak memberangkatkan haji karena pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 untuk Indonesia.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi

Berikut ini Penjelasan Lengkap Menag Soal Haji 2021 yang batal. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Menteri Agama RI menimbang:

a. Bahwa menunaikan ibadah haji wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik, serta terjaminnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji selama berada di embarkasi atau debarkasi, di perjalanan dan di Arab Saudi.

b. Bahwa kesehatan, keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagaimana dimaksud pada huruf a terancam oleh pandemi Covid-19 beserta varian barunya yang melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

c. Bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, melalui upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

d. Bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa adalah salah satu dari lima maqashid syariah, selain menjaga agama, akal, keturunan dan harta yang harus dijadikan pertimbangan utama dalam penetapan hukum atau kebijakan oleh pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi masyarakat.

e. Bahwa sebagai akibat dari pandemi Covid-19 dalam skala lokal dan global, pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

f. Bahwa Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi dan pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan yang pelayanan bagi jemaah haji.

g. Bahwa setelah mempertimbangkan keselamatan jemaah haji dan mencermati aspek teknis persiapan dan kebijakan yang diambil oleh otoritas Arab Saudi, Komisi VI DPR RI dalam rapat kerja masa persidangan ke 5 tahun sidang 2020/2021 tanggal 2 Juni 2021 menyatakan menghormati keputusan yang akan diambil oleh pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

h. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, dan huruf g, perlu menetapkan keputusan menteri agama tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah/2021 masehi.

Mengingat dst Memutuskan Menetapkan Keputusan Menteri Agama Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M.

1. Menetapkan pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M bagi WNI yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya.

2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

3. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan (03 Juni 2021).*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Jamaah Haji yang Masuk Masjidil Haram dan Nabawi Wajib Disuntik Vaksin Covid-19

Jamaah Haji yang Masuk Masjidil Haram dan Nabawi Wajib Disuntik Vaksin Covid-19

Umrah arab Saudi

Daftar Tunggu Haji Sampai 15 Tahun, Banyak Warga Beralih ke Umrah

Hampir 50 Persen Jamaah Telah Berada di Makkah

Hampir 50 Persen Jamaah Telah Berada di Makkah

Saudi Menghadapi Keputusan Sulit Soal Haji di Tengah Kasus Covid-19 yang Meningkat

Saudi Menghadapi Keputusan Sulit Soal Haji di Tengah Kasus Covid-19 yang Meningkat

Musim Haji Telah Tiba, Kiswah Penutup Ka’bah Diangkat

Musim Haji Telah Tiba, Kiswah Penutup Ka’bah Diangkat

Baca Juga

Berita Lainnya