Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Info Haji & Umrah

Arab Saudi Buka Penyelenggaran Ibadah Haji 2021, HNW: Ingatkan Presiden Jokowi Segera Lobby Raja Salman

istimewa
Bagikan:

Hidayatullah.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid meminta Pemerintah melakukan pendekatan kepada Kerajaan Arab Saudi, setelah Kementerian Haji dan Umrah negara tersebut menyatakan akan membuka pelaksanaan ibadah haji 2021 untuk warga dari luar Arab Saudi.

Meski dilaksanakan dengan protokol kesehatan, dengan kuota terbatas dan setelah divaksin Covid-19, kebijakan pemerintah Arab Saudi ini patut disyukuri. Apalagi sebelumnya, pada tahun 2020, ibadah haji hanya dibuka untuk warga lokal Arab Saudi dan ekspatriat yang ada di sana, akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

“Alhamdulillah, kebijakan ini patut disyukuri bersama. Dan penting bagi pemerintah Indonesia untuk segera melakukan komunikasi dengan pihak Arab Saudi terkait kuota jamaah haji dari Indonesia. Sudah selayaknya sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memperoleh kuota yang layak. Karena sudah menumpuknya jumlah calon Jemaah Haji, yang akan semakin memanjang daftar antriannya, bila tahun ini kembali Indonesia tidak mendapatkan izin memberangkatkan calon Jemaah Haji,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (10/05/2021).

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, komunikasi dan lobby perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia sesegera mungkin. Bahkan, menurutnya, bila perlu komunikasi dilakukan di level antar kepala negara, sehingga dapat lebih efektif.

“Mumpung masih di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan sangat dihormati termasuk oleh Kerajaan Saudi, maka penting Menteri Agama untuk segera melakukan lobby tingkat tinggi itu. Bahkan, lebih baik lagi apabila Presiden Joko Widodo berkomunikasi langsung dengan Raja Salman terkait hal tersebut,”tukasnya.

“Jangan sampai Indonesia hanya memperoleh kuota yang sedikit atau bahkan sama sekali tidak mendapat kuota akibat komunikasi tidak dijalankan dengan baik. Malaysia saja sudah mengupayakan untuk mendapatkan tambahan kuota dan izin berhaji ketika PM Muhyidin dari Malaysia menyampaikannya ke Raja Salman dan putra Mahkota Muhammad bin Salman,”sambungnya.

Hidayat menambahkan, upaya maksimal yang dilakukan pemerintah Indonesia sebagai bentuk pemenuhan jaminan hak asasi Warga Negara Indonesia untuk beribadah sebagaimana disebutkan dalam UUD NRI 1945. Di antaranya adalah jaminan negara untuk kemerdekaan beribadah sebagaimana disebut Pasal 29 ayat (2) dan hak asasi untuk beribadah sebagaimana disebut Pasal 28E ayat (1).*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Kebakaran Hotel di Makkah Keteledoran Jamaah Indonesia Bawa Rice Cooker

Kebakaran Hotel di Makkah Keteledoran Jamaah Indonesia Bawa Rice Cooker

Jamaah Arab Saudi Umrah indonesia

Demi Keselamatan Jamaah, Menag Minta Persiapan Haji Sedetail Mungkin

Tahap 1 Berakhir, Terdapat 10.980 Belum Melunasi BPIH Reguler

Tahap 1 Berakhir, Terdapat 10.980 Belum Melunasi BPIH Reguler

Megawati dan Keluarga Pergi Haji

Megawati dan Keluarga Pergi Haji

Tiga Imbauan Kemenag untuk Jamaah Haji

Tiga Imbauan Kemenag untuk Jamaah Haji

Baca Juga

Berita Lainnya