Jum'at, 17 September 2021 / 9 Safar 1443 H

Info Haji & Umrah

Aplikasi Pelindung Haramain: Terobosan Baru Bagi Jamaah Umroh Era Pandemi, Siapkah?

Vaksinasi covid-19 umrah
Umrah di masa pandemi Covid-19 (ISTIMEWA)
Bagikan:

Hidayatullah.com | UMROH menjadi salah satu ibadah yang diimpikan oleh sebagian umat Muslim setelah ibadah haji. Pasalnya, ibadah umroh dinilai menjadi alternatif untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci Makkah madinah walaupun secara rukun dan syarat memang berbeda dengan haji, karena pada masa ini melakukan ibadah haji membutuhkan waktu menunggu antrean yang cukup lama.

Ditambah dengan keadaan pandemi Covid-19 saat ini sangat memungkinkan adanya pembatasan kuota keberangkatan jamaah tentunya menjadikan keberangkatan haji terasa lebih lama.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan rangkaian aktivitas secara global terhambat. Hal ini juga terjadi pada pelaksanaan obadah umroh dimana akses keberangkatan sempat ditutup beberapa waktu oleh pihak Pemerintah Arab Saudi guna mencegah terjadinya kasus positif lebih luas yang akhirnya dibuka kembali untuk warga arab lokal pada saat pelaksaan ibadah haji .

Seperti yang kita ketahui saat pelaksanaan baik ibadah haji maupun umroh sangat beresiko terhadap penularan virus Covid-19 karena puluhan ribu jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di satu tempat yang sama sehingga sangat mudah sekali terjadinya penyebaran virus.

Baca:  Saudi Luncurkan Aplikasi Umrah I’tamarna, Siap Diunduh ke Ponsel

Setelah mengevaluasi dari kegiatan pelaksanaan ibadah haji selama masa pandemi, Pemerintahan Arab Saudi kembali membuka pelaksanaan ibadah umroh secara bertahap termasuk bagi jamaah asal Indonesia dengan peraturan dan anjuran protokol kesehatan. Kesempatan ini menjadi uji coba dan melihat bagaimana situasi serta keadaan berumroh selama pandemi bagi pemilik biro travel haji dan umroh.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan mengenai penyelenggaraan ibadah umroh masa pandemi berdasarkan KMA No. 719 tahun 2020. Dalam peraturan tersebut dijelaskan apa saja persyaratan bagi jamaah yang hendak melaksanakan ibadah umroh di tanah suci, kemudian mengenai pelaksanaan ibadah sesuai dengan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mengenakan masker dan juga mencuci tangan, melakukan karantina sebelum melaksanakan ibadah ketika di tanah suci, akomodasi serta transportasi sesuai protokol kesehatan sebagai bentuk pelayanan bagi jamaah umroh agar mampu beribadah dengan aman dan nyaman.

Lalu bagaimana dengan peraturan yang dibuat oleh pihak pemerintah arab saudi? Tentu hal ini telah diatur oleh Kementrian Haji dan Umroh Arab Saudi dalam pelaksanaan ibadah umroh yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Salah satu perbedaan dari pelaksanaan ibadah umroh sebelumnya adalah penggunaan aplikasi I’tamarna bagi para calon jamaah umroh. Pada tanggal 29/09/2020 Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan untuk memasuki masjidil haram dan masjid nabawi akan diatur dalam aplikasi I’tamarna.

Baca: Kemenag Tutup Sementara Aplikasi Pendaftaran Umrah Siskopatuh, Mulai Kamis

Aplikasi ini dikembangkan oleh Kementrian Haji dan Umroh Arab Saudi bekerja sama dengan Saudi-Made Data Intellingence Autorithy guna menjadwal dan mengontrol jumlah jamaah yang memasuki kawasan masjidil haram dan Masjid Nabawi untuk melaksanakan umrah ataupun shalat berjamaah. Aplikasi ini dapat diunduh melalui perangkat iOS maupun android.

Untuk mendaftar di aplikasi I’tamarna, diharapkan para calon jamaah mendaftarkan terlebih dahulu di aplikasi Tawakalna dari Kementrian Kesehatan Arab Saudi.  Aplikasi I’tamarna digunakan untuk merencanakan ibadah serta kunjungan dan reservasi pelayanan optional selama pelaksanaan ibadah di tanah suci.

Aplikasi tersebut sebagai upaya penjagaan terhadap para jamaah umroh agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19. Untuk tata cara pendaftaran umroh via aplikasi secara singkatnya kurang lebih seperti ini :

  1. Sebelum mendaftarkan di aplikasi tersebut, calon jamaah umrah harus terdaftar pada aplikasi tawakalna (dapat juga diunduh melalui iOS dan Android).
  2. Pada saat registrasi aplikasi Tawakalna masukkan nomer iqamah dan tanggal lahir.
  3. Mengunduh aplikasi I’tamarna kemudian registrasi dengan memasukkan nomer iqama, nomor handphone dan tanggal lahir
  4. Kemudian memilih tanggal serta lokasi yang bisa dipilih sebagai titik kumpul sebelum berangkat menunaikan ibadah umroh

Adanya pembaharuan regulasi dengan penggunaan aplikasi dalam pelaksanaan ibadah umroh ini tentunya bisa menjadi hal yang tidak asing lagi bagi segelintir orang yang terbiasa dengan penggunaan teknologi. Akan tetapi bisa menjadi hambatan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan penggunaan gadget terutama menggunakan fitur-fitur aplikasi.

Baca:  Setelah Ditangguhkan 6 Bulan, Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah  dengan Protokol Ketat

Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi PPIU sebagai badan penyelenggara ibadah umroh guna mengedukasi dan membimbing bagi para calon jamaah yang dirasa sulit untuk beradaptasi dengan teknologi, khususnya pada penggunaan aplikasi I’tamarna dan Tawakalna.  Karena jika calon jamaah tidak mendaftarkan terlebih dahulu melalui aplikasi baik I’tamarna ataupun Tawakalna tentunya tidak mampu memasuki dua masjid suci untuk melaksanakan umroh dan sholat berjamaah dan juga tidak dapat mengunjungi Raudhah.

Sangat menyedihkan sekali apabila sesampainya disana namun tidak mampu mendapati tidak berkesempatan untuk melaksanakan shalat berjamaah disana. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk berusaha beradaptasi dengan teknologi yang berkembang saat ini mempelajarinya.

Selain persiapan fisik, mental, serta finansial ketika hendak berangkat beribadah ke tanah suci, jangan lupa untuk mendaftarkan diri melalui aplikasi I’tamarna dan Tawakalna.*/ Nahla Qudsiy El Ahmady mahasiswi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Rep: Admin Hidcom
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag: Arab Saudi Kembali Hentikan Sementara Visa Umrah Indonesia

Kemenag: Arab Saudi Kembali Hentikan Sementara Visa Umrah Indonesia

Syarikat Penyelenggara Umrah-Haji Tolak Pelibatan Unicorn

Syarikat Penyelenggara Umrah-Haji Tolak Pelibatan Unicorn

Umrah arab Saudi

Jamaah Umrah akan Dipakaikan Gelang Khusus Ber-GPS di Saudi

Pembagian Zamzam Berkemasan #2019GantiPresiden, Kemenag Pastikan Bukan Jamaah Reguler

Pembagian Zamzam Berkemasan #2019GantiPresiden, Kemenag Pastikan Bukan Jamaah Reguler

Arab Saudi Resmi Cabut Visa Progresif Umrah

Arab Saudi Resmi Cabut Visa Progresif Umrah

Baca Juga

Berita Lainnya