Mengunjungi Museum Sahabat Nabi di Tanah Suci

Anda ingin berziarah ke generasi Sahabat? Anda ingin tahu kisah perjuangan dan perjalanan hidup mereka, termasuk mimpi Aisyah tentang tiga "bulan purnama" itu? Museum Sahabat inilah jawabannya.

Mengunjungi Museum Sahabat Nabi di Tanah Suci
Dean Al-Gamereau
Museum Sahabat Nabi di Kota Makkah.

Terkait

Hidayatullah.com– Ahad (04/08/2019), adalah hari kelima kami para tamu undangan Rabithah Alam Islami berada di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi. Ahad itu, kami diajak berkunjung ke “Ekspo Sahabat Nabi” (Ma’rodh as-Shohabah) yang baru saja dibuka oleh Kementerian Agama Arab Saudi.

“Pada suatu malam, Sayyidah Aisyah R.A. bermimpi didatangi tiga bulan purnama. Ketika terbangun, ia bertanya kepada Rasulullah apa takwilnya, namun tidak mendapat jawaban. Setelah Rasulullah wafat dan dikuburkan di kamarnya, ayah beliau, Abu Bakar, berkata, “Itulah bulan purnama pertama”. Ketika ditanya tentang bulan purnama yang kedua, Abu Bakar diam tak menjawab. Baru setelah Abu Bakar wafat dan dikuburkan di sisi Rasulullah, tahulah Aisyah bahwa itulah bulan purnama yang kedua. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab sampai mengutus anaknya, Abdullah, untuk menemui Aisyah, karena ingin jadi bulan purnama yang ketiga. Umar bin Khattab wafat. Dialah bulan purnama yang ketiga, dan dimakaman di samping Abu Bakar.”

Kisah di atas diceritakan oleh Zulfikar, pemandu kami saat mengunjungi Ekspo Sahabat Nabi tersebut.

Baca: “Pak Jokowi, Hadirkanlah Kementerian Haji dan Umrah”

Zulfikar menunjukkan letak makam ketiga “bulan purnama” ini, dalam gambar kawasan makam Rasulullah.

Sebuah museum Sahabat dibangun. Dekat dengan Masjidil Haram. Gedungnya mewah.

Museum Sahabat Nabi di Kota Makkah.

Anda ingin berziarah ke generasi Sahabat? Anda ingin tahu kisah perjuangan dan perjalanan hidup mereka, termasuk mimpi Aisyah tentang tiga “bulan purnama” itu? Museum Sahabat yang baru saja rampung dibangun tahun 1440 H inilah jawabannya.

Masuk museum pada waktu malam, agaknya lebih menggugah. Ada bagian ruangan yang diterangi lampu penerangan listrik sepenuhnya. Ada pula yang hanya diterangi lampu temaram. Tampilan audio visual yang sempurna tentang sejumlah peperangan, misalnya, membawa kita ke bayangan kuat masa silam Sahabat.

Baca: Berbagai Tantangan Jamaah Haji di Bawah Suhu Ekstrem Menyengat

Pemandu museum asal Yaman, Muhammad Al-Akhdan, sangat fasih berbicara tentang generasi Sahabat.

Kini, selain Anda berziarah ke beberapa tempat bersejarah di Tanah Suci, juga berziarahlah ke zaman Sahabat melalui museum ini.

Di luar museum, ada gunung batu yang kukuh nan teguh, jadi saksi bisu tentang penderitaan sejumlah Sahabat. Bilal bin Ribah pernah dipanggang terik matahari Kota Makkah dewasa itu. Ditindih batu panas yang mungkin setengah mendidih. Kita bisa belajar dan merenung di museum resmi. Kita bisa pula menatap langsung Masjidil Haram, juga Ka’bah yang selalu mengundang tetes-tetes air mata.* (Dean Al-Gamereau)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !